SURABAYA, Cekpos.id — Kecelakaan beruntun terjadi di kawasan Jalan Menur Pumpungan, Surabaya, Rabu (9/9/2026) sore. Insiden tersebut melibatkan sedikitnya 13 kendaraan, terdiri dari Toyota Alphard, sejumlah sepeda motor, dan beberapa mobil.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.10 WIB itu tidak hanya menyebabkan kerusakan pada sejumlah kendaraan, tetapi juga mengakibatkan sedikitnya tiga orang mengalami luka-luka. Salah seorang korban dilaporkan sempat tidak sadarkan diri sebelum dilarikan ke rumah sakit.
Pantauan di lokasi, sejumlah sepeda motor mengalami kerusakan cukup parah. Toyota Alphard bernopol N 1882 ACI juga mengalami kerusakan pada bagian depan. Beberapa kendaraan lain yang terlibat turut mengalami kerusakan.
Sejumlah ambulans terlihat mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap korban. Informasi sementara menyebut korban mengalami luka, antara lain pada bagian kepala dan kaki. Namun, jumlah maupun kondisi pasti seluruh korban masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.
Pengemudi Diamankan Polisi Situasi di lokasi sempat memanas. Pengemudi Toyota Alphard, seorang pria, disebut sempat menjadi sasaran kemarahan warga. Bahkan, warga dilaporkan sempat memukul kendaraan tersebut sebelum pengemudi diamankan oleh polisi.
Tindakan warga tersebut menunjukkan tingginya kepanikan dan emosi setelah kecelakaan terjadi. Namun, penanganan perkara tetap harus dilakukan melalui proses hukum dan pemeriksaan resmi guna memastikan penyebab serta pihak yang bertanggung jawab.
Sementara itu, kendaraan Alphard masih berada di lokasi kejadian dan menjadi bagian dari penanganan petugas.
Diduga Berawal dari Arah Arif Rahman Hakim Salah seorang saksi mata, Zainal, mengatakan kendaraan Alphard tersebut sebelumnya melaju dari arah perempatan Jalan Arif Rahman Hakim.
Menurut keterangannya, kendaraan tersebut kemudian menabrak kendaraan lain sebelum peristiwa berlanjut hingga kawasan Jalan Menur Pumpungan.
Alphard dari perempatan arah Arif Rahman Hakim. Nabrak mobil, motor, lalu berlanjut sampai Jalan Menur Pumpungan,” ujar Zainal di lokasi.
Keterangan saksi tersebut menjadi salah satu informasi awal. Namun, penyebab pasti kecelakaan belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan kesaksian di lokasi. Polisi perlu melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi, saksi, kondisi kendaraan, rekaman kamera pengawas jika tersedia, serta olah tempat kejadian perkara.
Polisi Diminta Ungkap Kronologi Secara Transparan Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi mengenai kronologi lengkap kecelakaan, faktor penyebab, maupun jumlah pasti korban dan kendaraan yang terlibat.
Karena kecelakaan melibatkan banyak kendaraan dan menimbulkan korban luka, masyarakat membutuhkan penjelasan yang terang mengenai bagaimana rangkaian tabrakan terjadi, dari titik awal hingga kendaraan berhenti di lokasi terakhir.
Selain itu, pemeriksaan terhadap pengemudi juga penting untuk memastikan apakah kecelakaan berkaitan dengan faktor kendaraan, kondisi pengemudi, kecepatan, kondisi jalan, atau faktor lain.
Publik juga perlu menunggu hasil penyelidikan kepolisian sebelum menarik kesimpulan mengenai siapa yang bertanggung jawab.
Kecelakaan tersebut berdampak langsung terhadap arus lalu lintas di kawasan Menur Pumpungan. Kendaraan yang masih berada di lokasi membuat laju kendaraan tersendat dan menimbulkan kemacetan.
Pengendara yang tidak memiliki kepentingan mendesak di kawasan tersebut diimbau mencari jalur alternatif hingga proses evakuasi dan penanganan kecelakaan selesai.
Perkembangan jumlah korban, hasil olah TKP, serta penyebab pasti kecelakaan masih menunggu keterangan resmi kepolisian.














