Surabaya – Pelaksanaan proyek infrastruktur oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas) Arsawismara menuai sorotan publik. Diduga proyek tersebut mempekerjakan tukang dari luar kota dan memasang material tutup U-ditch yang pecah atau cuil serta pekerja abaikan alat pelindung diri (APD), Rompi, sepatu, helm dan sarung tangan.
Pantauan di lokasi pekerjaan, Jalan Wisma Tengger VIII kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo terlihat sejumlah pekerja yang mengaku berasal dari luar daerah (Tuban) sedang mengerjakan pemasangan U-ditch. Beberapa titik U-ditch juga tampak dalam kondisi pecah di bagian sudut dan cuil, namun tetap dipasang. Rabu (26/08) siang
Mirisnya, saat media ke lokasi pekerjaan tanpa adanya pengawasan, baik dari anggota pokmas dan konsultan pengawas.
Menurut salah satu warga yang enggan di sebutkan namanya mengatakan “Saya lihat tukangnya bukan orang sini. Terus itu tutup U-ditch (Material) nya ada yang pecah kok tetap dipasang. Kami takut tidak awet,” ujarnya
Kemudian media menghubungi dan bertemu dengan ketua pokmas Arsawismara meminta konfirmasi terkait dugaan tersebut. Namun Ketua Pokmas Arsawismara enggan memberikan jawaban.
“Saya tidak bisa jawab dulu. Tolong tunjukkan KTA wartawan dan SK dari perusahaannya. Kalau sudah lengkap baru kita bicara,” kata Ketua Pokmas di lokasi pekerjaan
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari Pokmas terkait asal tenaga kerja dan standar pemasangan material. Publik berharap ada pengawasan dari Kelurahan, Konsultan pengawas dan instansi terkait agar proyek berjalan sesuai spesifikasi dan menyerap tenaga kerja lokal.














