Mojokerto, cekpos.id – Kehadiran toko perhiasan emas memang banyak dinanti masyarakat khususnya kalangan menengah keatas tergantung faktor kebutuhan. Contohnya kehadiran toko emas Vanessa yang ada di pertigaan Pasar Dlanggu, Kec. Dlanggu, Kab. Mojokerto. Toko emas Vanessa adalah toko yang menyediakan berbagai model perhiasan emas dengan harga yang bervariatif.
Dari letaknya memang sangat strategis. Selain di tempat keramaian, toko emas Vanessa dari sudut pandang bisa terlihat dari berbagai arah. Selain itu, toko emas Vanessa juga sangat dekat dengan Koramil Dlanggu bahkan letak bangunannya berdampingan dengan Polsek Dlanggu.
Untuk mempromosikan produk yang dijual kepada masyarakat, setiap perusahaan memiliki cara terseniri. Lain orang, lain strateginya. Contohnya apa yang dilakukan oleh toko emas Vanessa pada hari Minggu (28/6/26) yakni dengan cara setiap pembelian perhiasan para pembeli berkesempatan mendapatkan hadiah melalui pengundian kupon.
Saat pengundian kupon berhadiah, pihak penyelenggara menghadirkan sajian hiburan live musik yang sangat meriah dan pada akhirnya para pengunjung pun membanjiri toko emas Vanessa hingga meluber ke area sekitarnya.
Akibat membludaknya pengunjung tersebut, kemacetan kendaraan dari berbagai arah pun tak bisa terhindarkan.
Dari pengamatan dan pemantauan awak media cekpos, kemacetan yang terjadi mencapai kiloan meter dari segala arah. Publik menilai acara tersebut terkesan sangat dipaksakan demi kepentingan pribadi untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan produk yang ada di toko emas Vanessa.

Maka dari itu, menindak lanjuti keluh kesah masyarakat, khususnya yang terdampak pada hari itu, awak media berupaya mengkonfirmasi pihak yang bertanggungjawab atas terselenggaranya acara live musik tersebut.
Senin (29/6/26) awak media mendatangi toko emas Vanessa guna menemui pimpinan atau managernya yang selanjutnya diketahui bernama Hanafi.
Namun sayang, menurut kepala penjualan, manager tidak ada di kantornya dan selanjutnya awak media meminta nomor handphone yang bisa dihubungi.
Menurut keterangan Hanafi melalui percakapan whatshap bahwa dirinya tidak mempunyai kewenangan dan pertanggungjawaban terkait terselenggaranya acara tersebut mengingat bukan ranahnya.
Sementara itu, perihal ijin keramaian yang wajib dimiliki setiap penyelenggara acara yang mendatangkan masa, awak media berupaya konfirmasi kepada pihak aparat berwenang, namun hingga berita ini dinaikan belum ada jawaban. Akhirnya siapa pemberi ijin live musik yang diselenggarakan di toko emas Vanessa masih menjadi misteri.
Untuk itu masyarakat berharap kepada pihak berwenang, sebelum memberikan ijin acara alangkah baiknya dipertimbangkan dampak dari acara tersebut. Tidak bisa dibayangkan bila pada hari itu mobil damkar atau ambulance mau melintasi rute tersebut, kemungkinan besar akan sangat kesulitan melintas meskipun dengan pengawalan.














