SURABAYA, Cekpos.id — Konsolidasi internal DPD PDI Perjuangan Jawa Timur di Hotel Vasa, Surabaya, Minggu (23/8/2026), menjadi momentum untuk kembali merapatkan barisan kader menghadapi agenda politik ke depan.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Hadir pula jajaran pengurus DPD, anggota legislatif tingkat kabupaten/kota hingga provinsi, serta sejumlah kepala daerah yang berasal dari PDI Perjuangan di Jawa Timur.
Agenda diawali santunan dan doa bersama yang dipimpin Ali Murtado, Wakil Ketua Bidang Perekonomian, Kebudayaan, dan Pendidikan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bondowoso.
Namun, inti konsolidasi bukan sekadar seremoni. Kehadiran Megawati menjadi penegasan kembali pentingnya disiplin internal dan kepatuhan terhadap garis organisasi di tengah dinamika politik yang terus bergerak.
Dalam arahannya, Megawati menekankan tiga hal utama yang dinilai menjadi fondasi kekuatan partai, yakni disiplin organisasi, kesetiaan terhadap ideologi, dan semangat gotong royong.
Disiplin organisasi ditekankan untuk memastikan seluruh struktur partai berjalan sesuai mekanisme dan hirarki yang telah ditetapkan. Sementara kesetiaan ideologi diarahkan pada konsistensi kader dalam memegang teguh Pancasila serta ajaran Bung Karno.
Di sisi lain, semangat gotong royong tidak cukup berhenti sebagai slogan. Kader didorong untuk hadir dan bekerja nyata di tengah masyarakat, terutama dalam merespons persoalan serta kebutuhan rakyat.
Pesan tersebut menjadi penting karena Jawa Timur selama ini dikenal sebagai salah satu basis politik utama PDI Perjuangan. Karena itu, soliditas struktur hingga tingkat bawah menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kekuatan partai menghadapi dinamika politik mendatang.
Konsolidasi juga menegaskan perlunya hubungan yang lebih solid antara struktur partai, anggota legislatif, dan kepala daerah. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya berorientasi pada kepentingan elektoral, tetapi juga mampu diterjemahkan dalam kebijakan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Kehadiran Megawati sekaligus menjadi suntikan moral bagi kader di Jawa Timur. Namun, tantangan berikutnya justru berada pada sejauh mana pesan konsolidasi tersebut mampu diterjemahkan menjadi kerja politik yang konkret, disiplin organisasi, dan pelayanan publik yang dapat dirasakan masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga soliditas, menjalankan keputusan organisasi, memperkuat gotong royong, serta tetap berada di tengah masyarakat.














