SURABAYA, Cekpos.id — Suasana religius menyelimuti Lapangan RW 05 Rusunawa Sombo, Kelurahan Simolawang, Surabaya, Rabu (30/9/2026). Ratusan jemaah dari berbagai wilayah di Kota Surabaya memadati lokasi untuk mengikuti pengajian, Sholawat Nariyah, serta peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar oleh keluarga besar Saudara Faisal.
Sekitar 400 jemaah hadir dalam kegiatan tersebut. Selain warga Rusunawa Sombo, acara juga dihadiri sesepuh setempat, Ketua RW 05, para Ketua RT di lingkungan Rusunawa Sombo, serta sejumlah tokoh agama.
Kehadiran para kiai semakin menambah khidmat rangkaian acara. Di antaranya Kyai Holel Muhammed Nungsareh serta tokoh dari lingkungan Komplek Makam dan Pondok Pesantren Gunung Sari, yakni As Syeikh KH. Muhammad Imam bin KH. Imam Abdul Kabir, yang dikenal sebagai Kiai Muhammad Gunung Sari, dari wilayah Dusun Tengah, Desa Badung, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura.
Dalam tausiyahnya, para kiai menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada jemaah, terutama mengenai pentingnya memperkuat keimanan, memperbanyak sholawat, meneladani akhlak Rasulullah SAW, serta menjaga hubungan baik dengan sesama.
Pesan dakwah tersebut mendapat sambutan hangat dari jemaah dan warga sekitar. Khidmatnya suasana pengajian semakin terasa ketika jemaah bersama-sama melantunkan sholawat dan mengikuti rangkaian peringatan Maulid Nabi.
Tidak hanya menjadi momentum mempererat silaturahmi dan meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, kegiatan tersebut juga diwarnai kepedulian sosial. Keluarga besar Faisal bembrian sembako turut berbagi rezeki dengan memberikan cendera mata kepada jemaah dan warga sekitar berupa paket berupa beras 3 kilogram.
Pembagian sembako tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus wujud syukur para Keluarga besar Faisal bembrian sembako kepada masyarakat yang hadir.
Bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi para penerima dan semakin mempererat kebersamaan antara jemaah, tokoh agama, serta para Masyarakat sekitar rusunawa sumbo,
Rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh kekhidmatan. Antusiasme sekitar 400 jemaah menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan tidak hanya menjadi ruang untuk memperdalam nilai-nilai spiritual, tetapi juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.














