Sidoarjo, Cekpos.id – Oknum tidak bertanggung jawab kembali menipu dengan mencatut nama pejabat publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
Kali ini, oknum tersebut menggunakan nama Bupati Sidoarjo Subandi untuk meminta uang sebesar Rp 50 juta kepada warga melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp.
Ketua Lazisnu PCNU Sidoarjo, Dodi Dhiyauddin, mengalami aksi tersebut.
Ia menjelaskan, peristiwa bermula saat Dodi menerima pesan dari seseorang yang mengaku sebagai asisten bupati bernama Diky, yang kemudian berlanjut pada sambungan telepon langsung dari pria yang mengklaim sebagai Bupati Subandi.
“Pelaku meminta saya untuk menjauh dari keramaian sebelum melancarkan permintaan dana. Dalam percakapan tersebut, oknum itu meminta bantuan uang senilai Rp 50 juta untuk keperluan pribadi yang bersifat mendesak,” ujar Dodi, Rabu (04/03/2026).
Beruntung, Dodi segera menyadari adanya kejanggalan karena suara dan logat bicara penelepon berbeda jauh dari karakter asli Subandi.
Keraguan tersebut semakin kuat ketika pelaku mengirimkan nomor rekening bank atas nama pribadi, bukan atas nama instansi resmi atau bupati.
“Alhamdulillah saya selamat dan tidak sempat mentransfer uang tersebut. Saat pelaku mencoba meyakinkan melalui video call, ia juga tidak berani menunjukkan wajahnya di kamera,” katanya.
Menanggapi kejadian ini, Bupati Sidoarjo Subandi mengeluarkan imbauan keras agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Ia menegaskan bahwa pelaku menggunakan nomor telepon serta foto profil palsu untuk melakukan tindakan kriminal.
“Jangan mudah percaya. Apalagi sampai meminta transfer uang dengan alasan biaya administrasi bantuan atau lainnya,” ujarnya.
Ia menyebut pelaku kerap menjanjikan bantuan pemerintah sebagai iming-iming sebelum meminta uang. Ia menegaskan Pemkab Sidoarjo menyalurkan bantuan melalui prosedur resmi dan tidak pernah lewat komunikasi pribadi.
“Kalau ada bantuan pemerintah, itu pasti menggunakan mekanisme proposal resmi. Pemerintah tidak pernah memberikan bantuan tanpa prosedur yang jelas, apalagi sampai meminta uang kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia meminta warga untuk selalu memverifikasi melalui jalur komunikasi resmi pemerintah kabupaten jika menerima pesan mencurigakan, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.














