Pria Asal Madiun Tewas Terjatuh dari Lantai 20 Hotel Gold Vitel Surabaya

banner 120x600

Surabaya, Cekpos.id — Seorang pria berinisial R.O. (21), warga Sukorejo, Saradan, Madiun, meninggal dunia setelah terjatuh dari lantai 20 di Hotel Gold Vitel, Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Aparat kepolisian menduga korban melompat dari area kafe di lantai atas, namun penyebab pasti kematian masih menunggu hasil visum dan autopsi.

 

Korban diketahui laki-laki, belum menikah, beragama Islam, lahir di Semarang pada 30 Oktober 2004, dan tidak bekerja. Ia tercatat berdomisili di wilayah Sukorejo, Saradan, Kabupaten Madiun.

 

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban tiba di kafe lantai 20 sekitar pukul 21.43 WIB. Pada pukul 21.48 WIB, korban memesan makanan berupa fruit garden salad kepada pramusaji berinisial D.L. (21).

 

D.L. menyebut korban sempat duduk sendiri di area teras kafe. Sekitar lima menit setelah pesanan diantar, korban terlihat dalam kondisi normal dan sempat menyantap makanan tersebut.

 

Namun, sekitar beberapa menit kemudian, petugas keamanan hotel, D.I. (27), yang berjaga di pintu keluar mendengar suara benturan keras dari arah luar bangunan. Saat dilakukan pengecekan ke area parkir lobi, korban ditemukan sudah tergeletak dalam kondisi tidak bernyawa.

 

Peristiwa tersebut langsung dilaporkan ke manajemen hotel, dan layanan darurat 112, serta Polsek Genteng.

 

Laporan kemudian ditindaklanjuti oleh tim Inafis Polrestabes Surabaya untuk dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

 

Kanit Reskrim Polsek Genteng, Iptu Viyan Wijaya, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan secara menyeluruh.

 

“Benar, kami menerima laporan adanya seorang pria yang jatuh dari lantai atas hotel. Dugaan sementara mengarah pada bunuh diri, namun kami masih mendalami dengan mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti di lokasi,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, kepastian penyebab kematian akan ditentukan melalui hasil visum luar dan dalam (autopsi) yang dilakukan di RS Bhayangkara Polda Jatim.

 

Hingga saat ini, belum ditemukan indikasi keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut. Namun, polisi masih menelusuri latar belakang korban, termasuk kemungkinan faktor pribadi yang dapat menjadi pemicu kejadian.

 

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan spekulasi dan menunggu hasil resmi penyelidikan. Kasus ini masih dalam penanganan dan akan dikembangkan sesuai dengan temuan di lapangan serta hasil pemeriksaan medis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *