Bangkalan, Cekpos.id – Pemandangan tak lazim terlihat di SDN Tunjung 4 pada hari aktif sekolah dan masih dalam jam kegiatan belajar mengajar. Sekolah yang semestinya dipenuhi aktivitas siswa dan guru justru tampak lengang dan nyaris tanpa penghuni.
Saat tim wartawan mendatangi lokasi, hanya terlihat seorang guru olahraga berada di lingkungan sekolah. Sementara sejumlah kendaraan roda dua tampak terparkir di halaman sekolah. Tidak terlihat aktivitas belajar mengajar maupun kehadiran guru-guru lainnya di dalam kelas.
Ketika dikonfirmasi, guru olahraga yang berada di lokasi mengaku bahwa seluruh guru, termasuk kepala sekolah, sedang menghadiri acara kondangan atau hajatan pernikahan. Ia juga menyebut para siswa telah dipulangkan lebih awal.
“Semua guru dan kepala sekolah menghadiri kondangan manten,” ujarnya kepada wartawan.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius terkait kedisiplinan aparatur pendidikan serta komitmen penyelenggaraan layanan pendidikan di sekolah. Pasalnya, kegiatan belajar mengajar berlangsung pada hari efektif sekolah yang seharusnya menjadi prioritas utama seluruh tenaga pendidik.
Jika benar seluruh guru dan kepala sekolah meninggalkan sekolah secara bersamaan untuk menghadiri acara pribadi, maka tindakan tersebut berpotensi mengabaikan hak peserta didik untuk memperoleh layanan pendidikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Lebih jauh, keputusan memulangkan siswa sebelum waktu pulang sekolah tanpa alasan kedaruratan maupun kegiatan akademik yang jelas berpotensi menjadi bentuk pelanggaran terhadap kewajiban penyelenggaraan proses pembelajaran di satuan pendidikan.
Peristiwa ini pun diperkirakan akan menjadi perhatian publik, terutama bagi orang tua siswa yang menitipkan pendidikan anak-anaknya kepada sekolah selama jam belajar berlangsung. Masyarakat tentu berharap lembaga pendidikan tidak menjadikan kepentingan pribadi sebagai alasan untuk mengorbankan kegiatan belajar mengajar.
Hingga berita ini ditulis, kepala SDN Tunjung 4 belum memberikan keterangan resmi terkait alasan seluruh tenaga pendidik meninggalkan sekolah pada jam efektif pembelajaran serta dasar kebijakan pemulangan siswa lebih awal.
Publik kini menanti respons dan langkah evaluasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan guna memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang di lingkungan sekolah.














