Pria 57 Tahun Tewas Bersimbah Darah di Gang Sempit Simokerto, Polisi Selidiki Motif

banner 120x600

Surabaya, Cekpos.id — Kematian M. Jaiz (57) di Gang Pragoto 1, kelurahan Simolawang, kecamatan Simokerto, Kamis (23/4/2026) pagi hari tidak seperti biasanya. Di gang sempit yang seringkali dilalui warga untuk berangkat kerja, tubuh seorang pria paruh baya tergeletak bersimbah darah. Ia adalah M. Jaiz (57), warga Jalan Sencaki.

 

Di balik tubuh yang tergeletak dengan luka bacok, tersirat dugaan konflik personal, kemungkinan pengejaran, hingga celah keamanan di kawasan padat penduduk.

 

Laporan pertama masuk ke Command Center pada pukul 07.38 WIB. Dalam waktu enam menit, petugas gabungan dari BPBD Kota Surabaya, Posko Terpadu Utara, dan Polsek Simokerto tiba di lokasi. Namun, nyawa korban tidak tertolong. Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan sejumlah luka bacok di tubuhnya.

 

Tim Inafis Polrestabes Surabaya segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Garis polisi dipasang, membatasi akses warga yang mulai berkerumun. Di tengah keterbatasan ruang gang yang sempit, setiap jejak menjadi penting, percikan darah, posisi tubuh korban, hingga arah dugaan pelaku melarikan diri.

Dugaan Pengejaran Sebelum Pembacokan Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi mengungkapkan bahwa sebelum ditemukan tewas, korban diduga sempat dikejar. Informasi ini mengarah pada kemungkinan bahwa aksi kekerasan tidak terjadi secara spontan, melainkan merupakan rangkaian kejadian.

 

“Kami dengar ada orang lari, seperti dikejar, lalu tidak lama kemudian ramai,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

 

Jika dugaan ini benar, maka peristiwa tersebut mengindikasikan adanya unsur perencanaan atau setidaknya eskalasi konflik yang berujung pada kekerasan fatal.

 

Motif Asmara Mencuat, Polisi Belum Pastikan Di tengah penyelidikan, beredar informasi di kalangan warga terkait dugaan konflik personal yang melibatkan hubungan asmara. Korban disebut-sebut memiliki kedekatan dengan seorang perempuan yang telah bersuami, yang bekerja di luar negeri.

 

Dugaan ini semakin berkembang dengan adanya informasi bahwa pihak keluarga dari suami perempuan tersebut mengetahui hubungan tersebut, yang kemudian memicu kemarahan.

 

Namun demikian, pihak kepolisian belum mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut.

“Motif masih dalam penyelidikan. Kami masih mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti,” ujar petugas kepolisian.

 

Pendekatan ini penting untuk memastikan bahwa setiap kesimpulan yang diambil berbasis bukti, bukan spekulasi yang berkembang di masyarakat.

 

Penanganan Berlapis, Indikasi Kasus Serius

Kasus ini tidak hanya ditangani oleh Polsek Simokerto, tetapi juga melibatkan Polrestabes Surabaya hingga tim Jatanras Polda Jawa Timur. Keterlibatan lintas satuan ini menunjukkan bahwa kasus tersebut dipandang serius dan memerlukan penanganan lebih mendalam.

 

Sejumlah saksi, termasuk pihak keluarga korban seperti (Nurul Hidayati) telah dimintai keterangan. Polisi juga berupaya menelusuri kemungkinan adanya saksi tambahan maupun rekaman pendukung di sekitar lokasi.

 

Peristiwa ini meninggalkan dampak psikologis bagi warga sekitar. Gang yang sebelumnya menjadi jalur aktivitas pagi kini berubah menjadi lokasi yang memicu rasa takut.

 

“Kami jadi khawatir keluar pagi. Biasanya ramai, sekarang terasa mencekam,” ujar seorang warga.

 

Selain itu, kejadian ini kembali membuka pertanyaan tentang keamanan lingkungan permukiman padat, termasuk minimnya penerangan dan pengawasan di gang-gang sempit yang sulit dijangkau.

 

Siapa Pelaku dan Apa Motifnya Hingga kini, satu pertanyaan besar masih menggantung siapa pelaku dan apa motif sebenarnya di balik pembacokan ini?

 

Apakah benar dipicu konflik asmara, atau ada faktor lain yang belum terungkap?

 

Polisi masih bekerja mengurai setiap potongan informasi. Sementara itu, warga hanya bisa menunggu dengan harap, tragedi di Gang Pragoto ini segera menemukan titik terang dan tidak terulang kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *