SAMPANG, Cekpos.id — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga ruang refleksi bagi insan pers. Di tengah derasnya arus informasi dan kepentingan yang kerap membayangi pemberitaan, Pembina Persatuan Wartawan Rabasan Kedungdung (PWRK) Nusantara, Faisol Majid, mengingatkan wartawan agar tidak kehilangan kompas etik dalam menjalankan profesinya.
Faisol menilai, tantangan pers saat ini bukan sekadar mengejar kecepatan dalam memberitakan sebuah peristiwa. Pers juga dituntut mampu memastikan informasi yang disampaikan benar, terverifikasi, berimbang, dan memiliki kepentingan publik yang jelas.
Menurutnya, wartawan harus berani mengungkap persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat. Namun keberanian tersebut tidak boleh berubah menjadi pemberitaan yang dibangun dari rumor, opini sepihak, maupun informasi yang belum teruji kebenarannya.
“Kejujuran dan amanah harus menjadi dasar seorang wartawan. Jangan sampai profesi pers digunakan untuk kepentingan pribadi, kelompok, ataupun kepentingan tertentu yang mengorbankan kebenaran,” ujar Faisol.
Ia menegaskan, kebebasan pers bukan berarti wartawan bebas mengabaikan etika. Setiap informasi yang dipublikasikan memiliki konsekuensi, terlebih ketika menyangkut nama baik seseorang, lembaga, maupun kepentingan masyarakat luas.
Faisol juga mendorong wartawan untuk tidak takut melakukan kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah maupun berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Kritik, menurutnya, justru menjadi bagian penting dari fungsi pers selama disampaikan berdasarkan fakta dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kalau ada persoalan publik, wartawan harus berani bertanya. Kalau ada dugaan penyimpangan, harus ditelusuri. Tetapi jangan membuat kesimpulan sebelum fakta dan data benar-benar diperoleh,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa kredibilitas media dibangun bukan dari banyaknya berita yang diterbitkan, melainkan dari seberapa kuat setiap berita dapat dipertanggungjawabkan.
Di era media digital, ketika informasi dapat menyebar hanya dalam hitungan detik, Faisol menilai wartawan justru harus semakin disiplin melakukan verifikasi. Kecepatan tanpa akurasi berpotensi melahirkan informasi menyesatkan dan pada akhirnya merusak kepercayaan publik terhadap media.
Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H pun diharapkan menjadi pengingat bagi insan pers untuk meneladani sifat Rasulullah SAW, khususnya dalam hal kejujuran, amanah, dan tanggung jawab.
Faisol menyampaikan ucapan selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H kepada seluruh anggota PWRK Nusantara, insan pers, serta masyarakat luas.
Pesannya sederhana namun tegas: pers harus berpihak kepada kebenaran dan kepentingan publik, bukan kepada kepentingan yang mengendalikan pemberitaan.














