Bonek Bersholawat Jadi Garda Ketertiban dalam Haul Masyayikh di Alun-Alun Situbondo

banner 120x600

Situbondo, Cekpos.id – Di tengah ribuan jamaah yang hadir di Alun-Alun kota Situbondo dalam rangka Haul Masyayikh, ada pemandangan yang menyampaikan pesan kuat, pengabdian tidak selalu berdiri di atas panggung, tetapi sering kali hadir dalam kerja-kerja sunyi yang memastikan sebuah acara berjalan dengan aman, tertib, dan penuh khidmah.

 

Sejak sebelum acara dimulai hingga seluruh rangkaian haul selesai, Bonek Bersholawat turut mengambil bagian dalam pengamanan dan pengaturan arus kendaraan. Bersama unsur panitia dan pihak terkait, mereka membantu mengurai kepadatan lalu lintas, mengarahkan jamaah, serta menjaga kelancaran mobilitas ribuan peserta yang datang dari berbagai daerah.

 

Haul Masyayikh yang dihadiri para kiai dari berbagai wilayah di Jawa Timur ini menjadi momentum mempererat ukhuwah sekaligus mengenang perjuangan para ulama. Namun di balik kemeriahan dan kekhusyukan acara, terdapat kerja nyata yang sering luput dari sorotan.

 

Bonek Bersholawat menunjukkan bahwa kecintaan kepada ulama dan sholawat tidak berhenti pada lantunan doa, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata melayani umat. Mereka membuktikan bahwa identitas seorang suporter dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai ketertiban, kepedulian, dan pengabdian kepada masyarakat.

 

Di bawah pembinaan KHR. Moh. Kholil As’ad Syamsul Arifin Pengasuh Pondok Pesantren Walisongo sekaligus Pembina ITTISHOLANA (Ittihad Sholawat Nariyah), semangat persatuan dan khidmah terus ditanamkan. Kehadiran Bonek Bersholawat menjadi bukti bahwa energi anak muda mampu diarahkan menjadi kekuatan sosial yang membawa manfaat bagi banyak orang.

 

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa ukuran keberhasilan sebuah acara keagamaan bukan hanya banyaknya jamaah yang hadir, tetapi juga lahirnya budaya gotong royong, disiplin, dan kepedulian. Ketika ribuan orang dapat beribadah dengan nyaman, di situlah kerja keras para relawan menemukan maknanya.

 

Bonek Bersholawat telah mengirimkan pesan yang tegas, menjaga keamanan, membantu sesama, dan mengawal acara para ulama adalah bagian dari ibadah. Pengabdian yang tulus tidak membutuhkan sorotan, tetapi hasilnya akan selalu dirasakan oleh masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *