Bangkalan, Cekpos.id — Polemik pernyataan Ketua PGRI Kabupaten Bangkalan dalam agenda Konferensi Kerja I PGRI Kabupaten Bangkalan akhirnya mendapat penjelasan langsung dari pihak organisasi. Ketua PGRI Kabupaten Bangkalan, H. Abdul Munib, S.Ag., M.Pd.I., secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada insan media maupun kalangan LSM atas pernyataan yang dinilai menimbulkan keresahan dan kesalahpahaman publik.
Permohonan maaf tersebut disampaikan langsung melalui pernyataan terbuka dengan didampingi serta disaksikan langsung oleh aktivis, LSM Advokat serta para insan pers sebagai bentuk klarifikasi sekaligus upaya menjaga hubungan baik antara organisasi PGRI dengan para jurnalis serta elemen masyarakat sipil di Kabupaten Bangkalan.
Dalam keterangannya, H. Abdul Munib, S.Ag., M.Pd.I., menjelaskan bahwa saat memberikan sambutan pada Konferensi Kerja I PGRI Kabupaten Bangkalan, dirinya bermaksud menceritakan pengalaman terkait salah satu media. Namun di akhir penyampaiannya muncul kalimat yang dinilai menyinggung sebagian pihak.
Ia mengakui terdapat kekeliruan dalam penyampaian sambutannya sehingga memunculkan persepsi berbeda di tengah masyarakat.
“Saya mohon maaf sebelumnya atas kejadian-kejadian terutama di sambutan saya di Konferensi Kerja I PGRI Kabupaten Bangkalan,” ujar H. Abdul Munib, S.Ag., M.Pd.I.
Menurutnya, dalam sambutan tersebut dirinya secara khusus menyebut nama media tertentu maupun oknum wartawan terkait. Namun demikian, ia memahami adanya pihak-pihak yang merasa tersinggung akibat penyampaian tersebut.
“Sebetulnya saya menceritakan satu media pada waktu itu, tapi kurangnya saya diakhir sambutan tidak menyebutkan oknum media dan oknum LSM tertentu itu kurangnya saya,” terangnya.
Atas situasi yang berkembang, dirinya bersama jajaran pengurus PGRI Kabupaten Bangkalan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh insan media dan lembaga swadaya masyarakat di Kabupaten Bangkalan.
“Oleh karena itu kami atas nama pengurus PGRI mohon maaf karena telah meresahkan teman-teman media dan teman-teman LSM,” ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa hubungan antara PGRI, media, dan LSM harus tetap dijaga dalam semangat persaudaraan serta saling mendukung demi kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Bangkalan.
“Kita tetap bersaudara, kita tetap teman. Saya mohon masukan-masukan terkait dengan PGRI ke depan,” lanjutnya.
Permohonan maaf tersebut menjadi penutup dari rangkaian respons publik yang sebelumnya berkembang pasca pernyataan dalam forum organisasi tersebut. Sejumlah pihak menilai langkah terbuka Ketua PGRI Bangkalan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral sekaligus upaya menjaga kondusivitas hubungan antar elemen masyarakat.
Dengan adanya klarifikasi dan permohonan maaf secara langsung, diharapkan polemik yang sempat berkembang dapat diselesaikan secara bijaksana serta menjadi momentum memperkuat komunikasi yang lebih baik antara organisasi profesi guru, media, dan elemen kontrol sosial di Kabupaten Bangkalan.














