Surabaya, cekpos.id – Merasa tidak akan ada wartawan yang melakukan konfirmasi, Unit Tindak Pidana Ekonomi (Tipidek) Satreskrim Polrestabes Surabaya, yang dipimpin AKP Toni diduga secara leluasa melepaskan truk bermuatan rokok ilegal yang sebelumnya diamankan.
Menurut keterangan narasumber, sebuah truk dengan Nopol E 105 AF membawa rokok ilegal berhasil diamankan oleh Unit Tipidek Satreskrim Polrestabes Surabaya pada hari Selasa (09/06/2026) dini hari.
Bahkan sopir truk tersebut sempat membongkar terpal (penutup) bak truk untuk mengambil beberapa rokok di halaman Polrestabes Surabaya. Bukannya menyerahkan ke pihak Bea Cukai, Unit Tipidek malah melepaskan truk bermuatan rokok ilegal tersebut pada hari Selasa (09/06/2026) malam.
Beredar kabar, dilepasnya truk bermuatan rokok ilegal tersebut disinyalir ada permainan uang atau mahar hingga puluhan juta rupiah. Tentunya, informasi tersebut harus dikonfirmasi dahulu kepada Kasubnit Tipidek, Iptu Ranggi dan Kanit Tipidek Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Toni agar menyajikan pemberitaan yang berimbang.
Iptu Ranggi menyampaikan tidak melakukan giat dimalam tersebut. Namun, ia meminta foto truk yang diamankan di Polrestabes Surabaya.
“Saya tidak ada giat mas semalam, pulang dari kantor jam 1 malam. Mungkin ada foto unitnya mas. Foto dari siapa itu mas ya sudah saya laporkan ke pak Toni, anda juga laporan ke pak Toni,” kata Iptu Ranggi sesaat setelah menerima kiriman foto truk dari awak media.
Awak mediapun selanjutnya melakukan konfirmasi terhadap AKP Toni selaku Kanit Tipidek Satreskrim Polrestabes Surabaya. Namun, perkataan beliau saat dikonfirmasi membuat awak media menahan gelak tawa.
Saat dikonfirmasi oleh awak media, AKP Toni mengatakan bahwa dirinya sudah mengayomi anak wartawan, namun mengapa masih saja dikonfirmasi.
“Saya kurang ta ke anak-anak, lapo kok atek foto-foto nak njero (Kenapa kok pakai foto – foto di dalam Polrestabes Surabaya). Wes mene nak kantor (Sudah besok ke kantor),” katanya saat dikonfirmasi melalui telepon whatsaap.
Tentunya apa yang disampaikan oleh AKP Toni tidak menjawab subtansi dari pokok permasalahan yang dikonfirmasi oleh awak media. Dan dari perkataan AKP Toni, dapat disimpulkan bahwa kejadian pelepasan truk bermuatan rokok ilegal tersebut diduga benar adanya. Bahkan, AKP Toni seolah – olah merasa bisa membungkam awak media.
Tentunya dilepaskannya truk bermuatan rokok ilegal tersebut juga dapat diartiikan Unit Tipidek kangkangi wewenang dan tugas bea cukai serta membiarkan negara terus dirugikan. Disaat perekonomian negara saat ini tengah dilanda kekacauan, rokok ilegal yang tidak membayar pajak pita cukai, malah dilepaskan. Padahal, pajak pita cukai merupakan salah satu sumber pemasukan terbesar bagi negara.














