Kecewa Tidak Ditemui Pihak UTM Madura, LSM Lira Layangkan Surat Aksi Demonstrasi Ke Polres Bangkalan

banner 120x600

Bangkalan – Kecewa karena tidak ditemui pihak Rektorat Universitas Trunojoyo Madura (UTM) saat hendak audiensi, Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (LSM LIRA) Bangkalan langsung layangkan surat aksi demonstrasi ke Polres Bangkalan. Demo akan digelar pada Rabu, 28 Oktober 2026, dengan estimasi massa mencapai 250 hingga 500 orang.

Aksi tersebut merupakan bentuk desakan agar dugaan korupsi bernilai puluhan miliar rupiah yang disorot LSM LIRA di lingkungan UTM mendapat klarifikasi dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum.

Ketua LSM LIRA Bangkalan, Solihin, mengatakan pihaknya telah dua kali melayangkan surat permohonan audiensi kepada Rektorat UTM. Setelah berkomunikasi terkait jadwal, audiensi disepakati berlangsung pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Namun, saat peserta dari LSM LIRA datang sesuai jadwal, pihak rektorat yang hendak ditemui enggan menemuinya.

“Kami sudah menempuh jalur komunikasi dengan baik. Dua kali surat audiensi kami layangkan, tetapi ketika kami datang sesuai jadwal, audiensi tidak terlaksana. Kami mempertanyakan keterbukaan kampus dalam memberikan klarifikasi atas persoalan yang kami soroti,” tegas Solihin.

Menurutnya, UTM sebagai perguruan tinggi negeri perlu mengedepankan transparansi dan akuntabilitas, terutama dalam menanggapi persoalan yang menjadi perhatian publik.

LIRA, lanjut Solihin, mendorong agar dugaan penyimpangan tersebut diperiksa secara objektif berdasarkan bukti dan mekanisme hukum yang berlaku.

“Kami ingin ada kejelasan, bukan sekadar polemik. Jika ada bukti dugaan penyimpangan, silakan ditelusuri sesuai hukum. Jika tidak terbukti, sampaikan juga secara terbuka agar tidak ada pihak yang dirugikan oleh tuduhan yang belum terverifikasi,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut langkahnya, LIRA Bangkalan langsung melayangkan surat aksi ke Polres Bangkalan yang akan digelar pada 28 Oktober mendatang. Surat pemberitahuan aksi disebut telah disiapkan atau disampaikan kepada Polres Bangkalan untuk koordinasi pengamanan.

“Kami memperkirakan sekitar 250-500 orang akan bergabung. Kami akan menyampaikan aspirasi secara terbuka dan tetap mengedepankan aksi damai,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *