MOJOKERTO, Cekpos.id – Sorotan terhadap keamanan di gerai Alfamart kawasan Bypass Jampirogo, Kec. Sooko, Kabupaten Mojokerto kian mengemuka, setelah ada pelanggan yang mengaku kehilangan dompet saat berbelanja dan telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Puri. Hingga hari ini, pelapor mengaku belum menerima kabar hasil penyelidikan yang diharapkan.
Kronologi berawal saat Dian Ratna Astuti warga Dsn Karangnongko, Desa Balongmojo, Kec. Puri, Kab. Mojokerto belanja di Alfamart yang kebetulan dekat rumahnya pada hari Minggu (4/10/26) sekitar pukul 08.30 wib.
Menurut keterangan Dian Ratna Astuti setelah melakukan belanja dirinya mengambil dompet yang ada di tas ransel yang dibawanya lalu mengambil uang yang ada di dalam dompet tersebut.
Merasa sudah melakukan pembayaran, dirinya bergegas pulang. Sesampainya di rumah, betapa kagetnya ketika mencari dompet yang ada di tas ransel, namun tidak ada. Tanpa berpikir panjang, dirinya langsung menghampiri Alfamart tersebut guna mencari petunjuk hilangnya dompet tersebut melalui rekaman CCTV.
Alih – alih mendapatkan informasi dan petunjuk dari rekaman CCTV, Dian Ratna Astuti malah mendapatkan kekecewaan dengan jawaban pegawai Alfamart. Saat itu, CCTV pada momen saat dirinya belanja lagi eror.
Karena merasa ada kejanggalan, akhirnya Dian Ratna Astuti mengambil langkah membuat pelaporan kehilangan serta dugaan pencurian di Polsek Puri pada tanggal 5 Oktober 26 dan diterima dengan nomor pelaporan : LPM / 61/ X / 2026 /SPKT dan pelapor dalam hal ini mengalami kerugian sekitar Rp.800.000(delapan ratus ribu rupiah)
Ketika awak media mencoba mengonfirmasi kepada salah satu pegawai Alfamart bernama Marda, ia menyatakan bahwa sistem kamera pengawas tersebut sudah tidak berfungsi mulai bulan Juli tahun ini (2026). Akibatnya, momen kejadian di area depan kasir tidak dapat terekam dan tidak ada rekaman yang bisa diperiksa untuk membantu mengungkap kronologi hilangnya dompet tersebut.
Hal ini tentunya memicu pertanyaan publik bagaimana standar safety dan keamanan di gerai tersebut jika alat pengawas utama sudah rusak berbulan‑bulan tanpa diperbaiki? Apakah ada langkah pengganti yang diterapkan pihak manajemen untuk menjaga keamanan pelanggan? Mengapa kerusakan sistem CCTV ini dibiarkan berlanjut?
Untuk itu awak media masih berupaya mendapatkan pernyataan resmi dari manajemen pusat Alfamart maupun Polsek Puri terkait status laporan, penyebab kerusakan CCTV, serta rencana perbaikan; hingga berita ini ditayangkan belum ada penjelasan resmi yang diterima.
Dengan adanya kejadian tersebut publik bertanya tingkat keamanan dan kenyamanan di gerai swalayan setingkat Alfamart dimana CCTV tidak berfungsi dengan baik hingga berbulan-bulan kok seakan dibiarkan,jika terjadi hal yang tidak diinginkan misalkan terjadi perampokan atau yang lain tentunya selain merugikan orang lain juga merugikan pihak Alfamart sendiri,untuk itu publik berharap adanya transparansi dan kejelasan dari pihak terkait demi memulihkan kepercayaan kembali.














