SURABAYA, Cekpos.id — jalan jatiporwo berubah menjadi lautan manusia.Ribuan jamaah dari berbagi penjuru menghadiri Haul Akbar Kiyai H. Usman selasa (22/9/2026)
Haul Akbar bukan sekadar sebuah kegiatan keagamaan, tetapi juga momentum untuk mengenang jasa, meneladani perjuangan, dan mempererat silaturahmi di tengah masyarakat.
Setiap pelaksanaan Haul Akbar selalu menghadirkan suasana yang khas. Ribuan jamaah berkumpul dalam satu tempat, melantunkan doa, membaca tahlil, bershalawat, serta mengenang sosok ulama atau tokoh agama yang telah memberikan pengabdian kepada umat.
Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis, tradisi seperti Haul Akbar memiliki makna tersendiri. Kegiatan tersebut dapat menjadi ruang untuk mengingat kembali nilai-nilai keteladanan yang diwariskan oleh para pendahulu.
Bukan hanya tentang mengenang seseorang yang telah wafat, tetapi juga tentang bagaimana perjuangan dan akhlaknya dapat diteruskan oleh generasi berikutnya.
Haul Akbar juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial. Perbedaan latar belakang, pekerjaan, maupun usia seakan melebur ketika masyarakat berkumpul dalam satu majelis. Semangat kebersamaan inilah yang penting untuk terus dirawat,
terutama ketika kehidupan sosial semakin diwarnai oleh kesibukan dan perbedaan pandangan.
Namun, kemeriahan sebuah Haul Akbar hendaknya tidak berhenti pada besarnya jumlah jamaah atau semaraknya acara. Esensi utama kegiatan tersebut seharusnya tetap berada pada doa, penghormatan, silaturahmi, dan pengambilan hikmah dari kehidupan tokoh yang dikenang.
Karena itu,
Haul Akbar semestinya menjadi momentum untuk melakukan refleksi. Jika para pendahulu telah meninggalkan ilmu, akhlak, kepedulian, dan pengabdian kepada masyarakat, maka generasi sekarang memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mengamalkan nilai-nilai tersebut.
Pada akhirnya,
Haul Akbar bukan hanya tentang menoleh kepada masa lalu. Ia juga dapat menjadi jembatan menuju masa depan—sebuah kesempatan bagi masyarakat untuk memperkuat persaudaraan, memperbanyak kebaikan, dan meneruskan keteladanan para ulama kepada generasi yang akan datang”, Pungkasnya














