SURABAYA, Cekpos.id — Cangkruk’an jajaran Polsek Simokerto bersama tokoh masyarakat RW 05 Sombo, Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, Surabaya, menjadi ruang dialog antara kepolisian dan warga terkait keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Namun, di balik suasana akrab tersebut, efektivitas kegiatan semacam ini tetap bergantung pada satu hal penting: sejauh mana aspirasi warga benar-benar ditindaklanjuti setelah pertemuan berakhir.
Kegiatan berlangsung dengan dialog terbuka. Kapolsek Simokerto bersama tokoh masyarakat membahas kondisi lingkungan sekaligus menyerap berbagai masukan yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban wilayah.
Kapolsek Simokerto menekankan bahwa menjaga kamtibmas bukan semata-mata tugas kepolisian. Peran aktif masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
“Melalui kegiatan cangkruk’an seperti ini, kami ingin membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Berbagai permasalahan di lingkungan diharapkan dapat dibicarakan dan diselesaikan bersama dengan mengedepankan komunikasi dan kebersamaan,” ujar Kapolsek Simokerto.
Sejumlah masukan mengenai kondisi keamanan di wilayah RW 05 Sombo juga disampaikan para tokoh masyarakat. Forum tersebut menjadi kesempatan bagi warga untuk menyampaikan persoalan secara langsung tanpa harus menunggu munculnya gangguan keamanan yang lebih besar.
Meski demikian, komunikasi langsung dengan masyarakat idealnya tidak berhenti pada pertemuan dan dokumentasi kegiatan. Setiap persoalan yang disampaikan warga membutuhkan tindak lanjut yang jelas, terukur, dan dapat diketahui masyarakat.
Sebab, keberhasilan membangun kemitraan polisi dengan masyarakat tidak hanya dapat dilihat dari seberapa sering kegiatan cangkruk’an digelar, tetapi juga dari apa yang dilakukan setelah keluhan, masukan, dan persoalan warga diterima.
Transparansi mengenai tindak lanjut menjadi penting agar kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda rutin kepolisian. Masyarakat tentu membutuhkan kepastian bahwa aspirasi yang disampaikan memiliki jalur penyelesaian dan tidak berhenti sebagai catatan dalam sebuah pertemuan.
Dalam kegiatan tersebut, kepolisian juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, menjaga kerukunan antarwarga, serta bersama-sama mencegah potensi gangguan kamtibmas.
Kapolsek Simokerto berharap komunikasi dengan masyarakat dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Kedekatan antara aparat dan warga diharapkan mampu mempercepat penyampaian informasi sekaligus membantu penyelesaian persoalan di tingkat lingkungan.
Pada akhirnya, cangkruk’an bukan sekadar persoalan duduk bersama dan berbincang. Ukuran keberhasilannya justru berada di luar forum: apakah persoalan yang disampaikan warga mendapatkan respons, tindak lanjut, dan solusi yang dapat dirasakan masyarakat.
Sinergi polisi dan masyarakat memang penting. Namun, sinergi yang kuat bukan hanya dibangun melalui komunikasi, melainkan dibuktikan melalui tindakan nyata dan konsistensi dalam menindaklanjuti setiap persoalan yang muncul di tengah warga.














