BNN Bongkar Sindikat Narkoba Internasional di Gresik, 3,37 Ton Ganja Asal Thailand Disita dari Ratusan Koper

banner 120x600

Gresik, Cekpos.id – Gudang Prambanan Bizland, Kecamatan Cerme, Gresik, pada Kamis (2/7/2026) menjadi saksi penindakan besar yang dilakukan aparat gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai RI. Dari lokasi ini, disita 3,37 ton Marijuana (Ganja) yang diduga berasal dari Thailand, tersimpan dalam ratusan koper dan kardus latex.

 

Kepala BNN RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto, mengungkapkan bahwa modus sindikat adalah menyelundupkan narkotika melalui jalur resmi impor, lalu menyembunyikannya dalam 500 koper dan 800 ball kardus latex. “Kami mengamankan 12 orang, termasuk seorang warga Malaysia dan dua warga Thailand. Beberapa lainnya melarikan diri ke negara tetangga,” tegasnya.

 

Sebelum penyergapan di Gresik, tim gabungan lebih dulu menemukan 22 kilogram ganja di Purwakarta, Jawa Barat. Temuan ini menjadi pintu masuk untuk melacak distribusi lebih besar. Barang kemudian dipantau dari Jakarta melalui metode control delivery, yakni membiarkan kargo tetap bergerak di bawah pengawasan ketat agar jaringan penerima bisa terungkap.

 

Direktur Jenderal Bea dan Cukai RI, Letjen Djaka Budi Utama, menegaskan bahwa operasi ini merupakan hasil kerja sama lintas negara. Jaringan sindikat diduga melibatkan Cina, Malaysia, dan Thailand. “Keberhasilan ini adalah buah dari analisis intelijen panjang sejak temuan anomali di Pelabuhan Tanjung Priok pada 29 Juni,” ujarnya.

 

Deputi Pemberantasan BNN, Didik, menambahkan bahwa selain bentuk konvensional, ganja tersebut diduga akan diolah menjadi liquid vape mengandung narkotika. “Arahnya memang ke sana. Makanya sebelum berkembang lebih besar, kami lakukan penindakan,” jelasnya.

 

Suyudi menekankan bahwa kualitas ganja asal Thailand memiliki kadar THC lebih tinggi dibandingkan yang beredar di Indonesia. “Ini bunganya. Kualitasnya lebih bagus,” ucapnya.

 

Dari penyitaan sekitar 3,3 juta gram narkotika, negara bukan hanya menggagalkan peredaran, tetapi juga menyelamatkan sekitar 10.114.200 jiwa dari ancaman narkoba. Potensi kerugian ekonomi yang berhasil dicegah diperkirakan mencapai Rp4,58 triliun.

 

BNN menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar hasil kerja lapangan, melainkan kombinasi intelijen yang tidak selalu terlihat publik. Suyudi mengajak masyarakat untuk ikut memutus mata rantai peredaran dengan menjaga anak, keluarga, dan lingkungan. “BNN akan terus memburu seluruh bandar dan jaringan narkotika hingga tuntas,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *