Surabaya – Program pembangunan saluran drainase ini patut di apresiasi setinggi-tingginya, dimana pembangunan di Kota Pahlawan Surabaya terlihat banyak yang sudah dikerjakan oleh rekanan kontraktor dan swakelola masyarakat melalui dana kelurahan (Dakel) Pokmas.
Sayangnya, pembangunan drainase di Kota Pahlawan Surabaya pekerjaannya dikerjakan Bim salabim alias asal-asalan. Padahal anggaran yang di gunakan itu sumbernya dari dana APBD Kota Surabaya.
Salah satunya, proyek di Jalan Pondok Benowo Indah RT 004, RW009, Kecamatan Pakal, Surabaya amburadul dan tidak sesuai operasional pekerjaan (SOP)
Mirisnya, Dilokasi pekerjaan U-dith yang terlihat sudah terpasang terlihat renggang alias tidak presisi bagaikan ular berbisa
Saat dikonfirmasi kepada Sapto selaku PPK pekerjaan Babat Jerawat terkait penemuan pekerjaan iya mengatakan, “Sampean langsung aja ke Pokmasnya, Dengan pak steve.” Balasnya kepada media cekpos.id, Senin (06/07) siang
Kemudian media melakukan konfirmasi kepada Stevanus selaku ketua Pokmas Babat Jerawat iya menjawab, Pemasangan u-dith belum selesai semua, Saya masang U-dith sudah 10 tahun dimana-mana.
Saya orang biasa tidak ada track record dan saya di amanahi oleh RW-RW untuk menjadi pokmas dan itu amanah sosial, “Bahkan, Saya pasrahkan semua dana kelurahan ke RW-RW secara terbuka dan saling terbuka, Sekarang pekerjaan pokmas tidak ada apa-apanya.” tambah Stevanus
Setelah disinggung dana kelurahan di pasrahkan ke semua RW, Stevanus menjelaskan, “Maksudnya dari pekerjaan dilapangan di masing-masing RT dan di setiap RW.
“Kalau pengen tau hubungi bendahara saya Abah Adam.” Jelasnya
Sangat di sayangkan Stevanus selaku ketua Pokmas Babat Jerawat Bersatu memberikan statment jika dana kelurahan semua di berikan kepada semua RW, dan diduga kuat ketua Pokmas Babat Jerawat Surabaya anggaran yang sudah di gelontorkan untuk pembangunan di bagi-bagikan alias di buat Bancakan.
Hingga berita ini di publisikan redaksi akan memberikan ruang untuk mengklarifikasi hak jawab kepada yang bersangkutan














