BANGKALAN, Cekpos.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet muda Kabupaten Bangkalan di kancah internasional. Sebanyak 11 atlet Club Taekwondo HIPERMAX Indonesia sukses naik podium dan membawa pulang medali dalam ajang Kejuaraan Internasional Ksatria Nusantara PBTI Series Road to 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship 2026 yang digelar di GOR Jayabaya, Kota Kediri, pada 5–7 Juni 2026.
Kejuaraan bergengsi tersebut diikuti 1.232 atlet dari 85 tim yang berasal dari delapan provinsi. Para peserta bersaing pada tiga nomor pertandingan, yakni Poomsae, Kyorugi, dan Freestyle, dengan rentang usia mulai 6 hingga 27 tahun, dari atlet pemula hingga atlet berprestasi.

Di tengah ketatnya persaingan, para atlet asal Kabupaten Bangkalan yang tergabung dalam Club Taekwondo HIPERMAX Indonesia tampil impresif. Berbekal disiplin latihan, kerja keras, dan semangat pantang menyerah, mereka berhasil mempersembahkan empat medali emas, empat medali perak, dan tiga medali perunggu.
Peraih medali emas diraih oleh Devina Indara Salsabila sebagai Juara 1 Kyorugi Junior Under 42 Putri, Naura Nadiva Oktavia sebagai Juara 1 Poomsae Pra Cadet B Kuning–Kuning Strip Basic 3 Putri, Rafa Alfarezel sebagai Juara 1 Kyorugi Cadet Under 33 Putra, serta Gibran Atharazka Alefi sebagai Juara 1 Kyorugi Pra Cadet A Under 20 Putra.
Sementara medali perak disumbangkan oleh Karina Calystasyafia Efendi pada nomor Poomsae Pra Cadet B Kuning–Kuning Strip Basic 3 Putri, Anindya Rhevarina Nudefri pada Kyorugi Cadet Under 37 Putri, Celena Barlanta pada Poomsae Pra Cadet C Kuning–Kuning Strip Basic 3 Putri, dan Avica Zahra Septianti pada Kyorugi Cadet Under 37 Putri.
Adapun tiga medali perunggu diraih oleh Ihmada Khamelia Putri Humaidi pada nomor Kyorugi Cadet Under 51 Putri, Ida Rohayu pada Kyorugi Junior Under 42 Putri, serta Fari Haidar Rizqullah pada Kyorugi Junior Under 45 Putra.
Ketua Club Taekwondo HIPERMAX Indonesia, Zulfikri Amin, mengaku bangga atas pencapaian para atlet binaannya. Menurutnya, hasil tersebut merupakan buah dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten selama ini.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas capaian luar biasa yang diraih anak-anak. Prestasi ini bukan datang secara instan, melainkan hasil dari latihan yang disiplin, kerja keras, pengorbanan para atlet, dukungan penuh orang tua, serta dedikasi para pelatih yang terus mendampingi mereka,” ujar Zulfikri.
Ia menegaskan, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa sistem pembinaan atlet usia dini yang diterapkan HIPERMAX Indonesia berada di jalur yang tepat.
“Kejuaraan ini diikuti atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah, sehingga persaingannya sangat ketat. Namun anak-anak mampu menunjukkan mental juara, keberanian bertanding, serta kemampuan teknik yang terus berkembang. Ini menjadi modal penting untuk melangkah ke level yang lebih tinggi,” katanya.
Zulfikri berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi atlet lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan dan tidak cepat puas dengan hasil yang telah diraih.
“Kami tidak ingin berhenti sampai di sini. Target kami adalah terus melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Bangkalan, Jawa Timur, bahkan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. Kami juga berharap dukungan dari pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh masyarakat agar pembinaan olahraga taekwondo dapat terus berkembang,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keberhasilan 11 atlet HIPERMAX Indonesia merupakan kebanggaan bagi masyarakat Bangkalan sekaligus bukti bahwa daerah memiliki potensi besar dalam mencetak atlet taekwondo berprestasi.
“Dengan semangat pantang menyerah, kami optimistis atlet-atlet Bangkalan mampu bersaing di berbagai kejuaraan yang lebih besar ke depan dan terus mengibarkan nama daerah di podium-podium bergengsi,” pungkasnya.














