Kecamatan Menganti Hadapi Lonjakan Penduduk, Infrastruktur di Gresik Selatan dikebut

banner 120x600

Gresik, Cekpos.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Gresik menyoroti sejumlah persoalan krusial mulai dari infrastruktur, kesehatan, pendidikan hingga ketenagakerjaan dalam kegiatan reses yang digelar di Desa Indrosari, Kecamatan Menganti.

 

Wakil Ketua III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, mengatakan berbagai keluhan masyarakat mengemuka dalam forum serap aspirasi tersebut. Kegiatan dihadiri kepala desa, BPD, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan seperti Fatayat, Muslimat, Ansor, DMI, FKC, para guru, ranting PKB se-Kecamatan Menganti, hingga pegiat sosial dan kalangan pemuda.

 

“Infrastruktur menjadi keluhan utama. Masih banyak jalan poros desa maupun jalan lingkungan yang rusak dan membutuhkan perhatian serius,” ujar Hamdi, Rabu (18/02/2026).

 

Selain jalan rusak, masyarakat juga menyoroti sarana prasarana persampahan dan kebutuhan air bersih. Pemerintah desa turut mengusulkan dukungan pengembangan potensi wisata lokal, khususnya Wisata Lontar Sewo di Indrosari yang dinilai belum mendapat perhatian maksimal dari pemerintah kabupaten.

 

Usulan agar Polindes masuk dalam skala prioritas pembangunan juga menjadi salah satu poin penting dalam diskusi.

 

Persoalan banjir dan kemacetan turut menjadi perhatian serius. Wilayah Boboh, Bringkang hingga sekitar Pasar Menganti disebut kerap terdampak banjir, terutama saat curah hujan tinggi.

 

Konektivitas jalan dari Bringkang menuju Lakarsantri juga dinilai perlu segera dituntaskan. Bahkan, Jalan Kabupaten dari Boboh sampai Benowo, khususnya titik Boboh hingga Indrosari, kerap terputus saat banjir terjadi.

 

Permasalahan sampah kembali mencuat dengan adanya usulan pengadaan mobil angkut sampah guna meningkatkan pelayanan kebersihan di wilayah tersebut.

 

Di sektor pendidikan, muncul aspirasi agar pokok pikiran (pokir) dewan dapat menyasar sekolah-sekolah swasta. Masyarakat juga menyoroti ketimpangan pendapatan antara guru swasta dengan pegawai MBG yang dinilai cukup signifikan.

 

Selain itu, tokoh masyarakat berharap bantuan berkelanjutan untuk tempat ibadah seperti mushola dan masjid tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.

 

Aspirasi lain yang mengemuka adalah kebutuhan pelatihan keterampilan bagi generasi muda guna meningkatkan daya saing tenaga kerja serta mengantisipasi persoalan sosial.

 

Hamdi menegaskan, Kecamatan Menganti diprediksi mengalami lonjakan penduduk yang cukup signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Kondisi tersebut harus diantisipasi dengan perencanaan matang agar tidak memicu persoalan sosial seperti kenakalan remaja dan peningkatan kriminalitas.

 

“Pemerintah Kabupaten Gresik harus memiliki komitmen tinggi dalam menyelesaikan persoalan infrastruktur, kesehatan, pendidikan hingga ketenagakerjaan. Masyarakat tentu akan menagih janji pembangunan yang telah disampaikan Bupati dan Wakil Bupati Gresik,” tegas politisi PKB tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *