Pemkab Sidoarjo Larang Tambal Sulam, Perbaikan Jalan Wajib Overlay

banner 120x600

Sidoarjo, Cekpos.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menegaskan perbaikan jalan di sejumlah titik tidak boleh lagi dilakukan dengan metode tambal sulam. Perbaikan wajib menggunakan metode pengaspalan ulang atau overlay demi menghasilkan kualitas jalan yang lebih baik dan tahan lama.

 

Bupati Sidoarjo, Subandi, mengatakan metode overlay harus diterapkan pada ruas-ruas jalan rusak, termasuk di wilayah Kecamatan Krian.

 

“Harus menggunakan metode pengaspalan ulang atau overlay pada perbaikan di beberapa titik jalan yang rusak, seperti di Kecamatan Krian, Sidoarjo ini,” kata Subandi dalam keterangannya di Sidoarjo, Rabu 18/02/2026.

 

Dalam kunjungannya ke Kecamatan Krian, Subandi menjelaskan metode tersebut dinilai lebih tepat diterapkan pada jalan yang sering dilalui kendaraan bertonase besar. Beberapa ruas yang menjadi perhatian antara lain Jalan Setiabudi di Kecamatan Krian serta Jalan Kemangsen dan Jalan Jabaran di Kecamatan Balongbendo.

 

Menurutnya, sembari menunggu realisasi program betonisasi yang akan dilaksanakan tahun ini, perbaikan sementara harus tetap menggunakan standar yang sesuai agar kualitas jalan terjaga dan keselamatan pengguna meningkat.

 

“Tidak boleh hanya ditambal sulam karena aspal akan cepat rusak. Minggu ini harus segera dikerjakan agar minimal dua tahun ke depan kondisinya tetap baik dan meningkatkan keselamatan masyarakat,” tegasnya.

 

Selain menekankan kualitas pekerjaan, Subandi juga meminta transparansi dalam pelaksanaan proyek pekerjaan umum tahun ini. Ia menekankan pentingnya pemerataan kesempatan kerja serta penggunaan material berkualitas agar hasil pembangunan optimal dan dapat dipertanggung jawabkan.

 

Di sisi lain, warga di sekitar tiga ruas jalan tersebut juga mengeluhkan banjir saat hujan turun. Genangan air dinilai mempercepat kerusakan infrastruktur jalan.

 

Menanggapi hal itu, Pemkab Sidoarjo telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp59 miliar untuk program normalisasi sungai di berbagai wilayah.

 

“Normalisasi sungai harus berjalan bersamaan dengan perbaikan jalan. Targetnya sebelum Lebaran pekerjaan sudah selesai,” kata Subandi.

 

Langkah tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki kualitas infrastruktur jalan, tetapi juga mengurangi risiko banjir yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan di Sidoarjo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *