Pasien BPJS Ketenagakerjaan Keluhkan Pelayanan RS. Siti Khatijah Sidoarjo

Usai Bersitegang Baru Dinyatakan Ada Kamar Perawatan

banner 120x600

Sidoarjo, cekpos.id – Dunia kesehatan Indonesia dibuat heboh oleh salah satu rumah sakit yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Hal ini dikarenakan, rasa kecewa yang dialami oleh seorang pasien yang menggunakan fasilitasi BPJS Ketenagakerjaan yang selama dua hari tanpa kepastian mendapatkan ruang perawatan di RS. Siti Khatijah Sidoarjo.

Kekecewaan yang dirasakan YKE, perempuan usia sekitar 30 tahun warga Desa Balas Klumprik, Kec. Wiyung Surabaya itu, dikarenakan selama 4 hari berada di ruang ICU saat mendapatkan perawatan serius. Namun, dihari yang ke 2, dokter yang merawat sudah mengatakan bahwa YKE sudah bisa di pindah ke ruang perawatan pemulihan kesehatan.

Menurut keterangan suami YKE, istrinya masuk ke IGD RS. Siti Khatijah pada hari Jum’at, tanggal 13/2/26 malam. Setelah mendapatkan pemeriksaan di ruang IGD, pada hari Sabtu, dipindah ke ruang ICU guna mendapatkan penanganan yang lebih serius. Mengingat, keluhan yang di rasakan istrinya itu di bagian perut.

“Pada hari Sabtu, dokter yang merawat menyatakan keluhan yang di alami YKE sudah membaik. Jadi, selanjutnya bisa dirawat ke kamar pasien untuk perawatan dan pemulihan,” terang suami pasien.

Masih kata suami YKE, pada hari Senin, dia menanyakan kepada petugas jaga di ruangan ICU tempat istrinya dirawat. Petugas menjawab ruang perawatan belum ada dikarenakan semua terisi pasien.

“Dari hari Senin sampai Selasa, setiap saya tanya tentang ruang perawatan, jawaban petugas rumah sakit tetap sama. Yakni, kami usahakan,” lanjut suami pasien.

Kepanikan dan kekecewaan yang dirasakan oleh suami YKE dikarenakan pada saat istrinya di ruang ICU itu, tidak diperkenankan setiap saat melihat dan menjaganya.

“Hanya di jam tertentu saya diperbolehkan masuk untuk melihat kondisi istri saya. Tentunya, itu sangat berbeda ketika di ruang perawatan setiap pasien boleh dijaga penuh oleh keluarga,” ungkapnya.

Dengan adanya keluhan dari masyarakat itu, awak media cekpos mendatangi ruang informasi RS. Siti Khatijah guna konfirmasi terkait pasien yang belum mendapatkan kamar untuk perawatan kepada petugas rumah sakit berinisial V.

Menurut keterangan petugas perempuan berinisial V tersebut memang beberapa hari ini pasien membludak hingga kamar perawatan tidak ada yang kosong.

Namun anehnya, ketika di konfirmasi jumlah ruangan perawatan ada berapa kamar dan berapa jumlah pasien yang ada saat ini, perempuan berinisial V tersebut enggan menjawabnya.

Adapun maksud dan tujuan awak media cekpos menanyakan jumlah kamar perawatan dan jumlah pasien adalah, jika memang rumah sakit sebesar RS. Siti Khatijah kekurangan kamar perawatan, kedepannya akan ada perhatian serius dari pemerintah daerah hingga menteri kesehatan. Semua itu agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat lebih optimal.

Setelah sempat sedikit bersitegang dengan awak media dikarenakan tidak berkenan untuk di ambil dokumentasinya dengan alasan peraturan dari management rumah sakit.

Dengan nada sedikit agak sewot, petugaa mengatakan bahwa sudah ada ruangan kosong yakni di Paviliun Mina dan perawat sudah mulai menyiapkan untuk proses pemindahan dari ICU ke ruang perawatan dan pemulihan.

Dengan kejadian yang dialami YKE ini, tentunya publik bertanya tanya, apakah ada perbedaan fasilitas antara pengguna BPJS dengan umum. Tentunya masyarakat berharap semua pasien bisa mendapatkan pelayanan yang adil apalagi menyangkut kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *