JAKARTA, Cekpos.id – Barisan massa dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) TRINUSA DPD DKI Jakarta secara mengejutkan mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini. Kedatangan mereka bertujuan untuk mendesak lembaga antirasuah tersebut segera mengusut tuntas sederet temuan dugaan korupsi yang terjadi di tubuh Dinas Kebudayaan DKI Jakarta.
Dengan pengawalan ketat dan semangat yang membara, Ketua DPD LSM TRINUSA DKI Jakarta menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam melihat uang rakyat diduga diselewengkan dalam proyek-proyek yang mengatasnamakan kebudayaan.
Tiga Poin Utama Gugatan
Dalam orasinya di depan Gedung KPK, LSM TRINUSA memaparkan tiga poin krusial yang menjadi dasar laporan mereka:
1. Skandal Tata Suara Teater Kecil: Adanya indikasi kemahalan harga (mark-up) pada proyek Modernisasi Sistem Tata Suara di Teater Kecil dengan nilai fantastis mencapai Rp1.449.923.427,00.
2. Kejanggalan Belanja UKPD: Temuan ketidakwajaran pada realisasi belanja di empat Unit Pengelola Kebudayaan Daerah (UKPD) di bawah naungan Dinas Kebudayaan.
3. Hajatan Malam Tahun Baru: Dugaan penyimpangan anggaran pada gelaran Festival Malam Tahun Baru yang dinilai tidak transparan.
Kerugian Negara Mencapai Rp7,7 Miliar
Berdasarkan kajian mendalam tim investigasi LSM TRINUSA, total potensi kerugian negara dari rentetan kasus ini diperkirakan menembus angka Rp7.791.869.844.
“Kami datang membawa bukti, bukan sekadar opini. Angka 7,7 miliar rupiah itu adalah uang rakyat Jakarta yang seharusnya kembali ke rakyat, bukan masuk ke kantong oknum pejabat yang tidak bertanggung jawab! Kami minta KPK segera panggil dan periksa Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta!” teriak koordinator lapangan di tengah kerumunan massa.
LSM TRINUSA DPD DKI Jakarta berjanji akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka mengancam akan membawa massa yang lebih besar jika KPK tidak segera menunjukkan progres nyata dalam menangani laporan tersebut.
Korupsi adalah musuh kebudayaan. Kawal uang rakyat, selamatkan Jakarta!














