Surabaya, Cekpos.id – Persoalan ijazah yang masih Tertahan dialami sebagian alumni disekolahan kembali menjadi sorotan. Kali ini, seorang alumni SMK PGRI 10 Surabaya bernama Hafidz akhirnya berhasil mengambil ijazahnya yang telah tertahan sejak tahun 2023 setelah mendapat pendampingan dari Ormas Garuda dan tim sosial.
Proses pendampingan dilakukan oleh Bang Yosi selaku tim sosial bersama Koordinator Lapangan (Korlap) Ormas Garuda, Khosim. Keduanya mendampingi Hafidz dalam proses pengambilan ijazah di SMK PGRI 10 Surabaya hingga dokumen pendidikan tersebut akhirnya dapat diterima.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa persoalan akses terhadap ijazah masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat. Padahal, ijazah merupakan dokumen penting yang dibutuhkan untuk melanjutkan pendidikan maupun mencari pekerjaan. Karena itu, penyelesaian persoalan semacam ini diharapkan dapat dilakukan secara cepat dan mengedepankan kepentingan peserta didik maupun alumni.
Menurut keterangan pihak keluarga, bantuan yang diberikan Ormas Garuda dinilai sangat membantu. Ibunda Hafidz menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas pendampingan yang telah diberikan.
“Terima kasih kepada Ormas Garuda, Bang Yosi, dan seluruh tim yang telah membantu pengambilan ijazah anak saya di SMK PGRI 10 Surabaya. Semoga Ormas Garuda semakin maju, terus diberi keberkahan, dan semakin banyak membantu masyarakat. Aamiin,” ungkapnya.
Sementara itu, Bang Yosi menegaskan bahwa kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam memperoleh hak-haknya. Ormas Garuda, kata dia, akan terus berupaya memberikan pendampingan secara humanis dan sesuai prosedur bagi warga yang menghadapi persoalan serupa.
Peristiwa ini juga menjadi momentum untuk mendorong seluruh pihak agar setiap persoalan administrasi pendidikan dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik sehingga hak para alumni untuk memperoleh dokumen pendidikannya dapat terpenuhi tanpa hambatan yang berkepanjangan.














