Cetak Sejarah Sebagai Presiden Mahasiswa Perempuan Pertama, Nety Herawati Raih Predikat Wisudawan Berprestasi UNHM

banner 120x600

Bangkalan – Perjalanan akademik dan pengabdian organisasi mengantarkan Nety Herawati meraih penghargaan sebagai salah satu wisudawan berprestasi dalam Wisuda Program Sarjana Angkatan III Periode 2025–2026 Universitas Noor Huda Mustofa (UNHM), Sabtu (31/10/2026).

Prosesi wisuda berlangsung di Aula Integritas Universitas Noor Huda Mustofa, Kelurahan Mlajah, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Nety, lulusan Program Studi Farmasi Klinik dan Komunitas, memperoleh penghargaan bukan hanya atas capaian akademiknya, tetapi juga atas kontribusi selama menjabat sebagai Presiden Mahasiswa.

Penghargaan tersebut menjadi semakin istimewa karena Nety merupakan perempuan pertama yang dipercaya menduduki jabatan Presiden Mahasiswa sejak UNHM berstatus universitas. Kiprahnya menjadi catatan tersendiri dalam sejarah kepemimpinan mahasiswa di kampus tersebut.

Dalam sambutannya di hadapan ratusan wisudawan dan wali wisudawan, Nety menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada Rektor dan seluruh sivitas akademika UNHM yang telah memberikan kesempatan, kepercayaan, serta ruang untuk berkembang, baik dalam bidang akademik maupun organisasi.

“Bagi saya, hari ini bukan sekadar tentang menerima gelar dan penghargaan, tetapi tentang menghargai setiap proses, perjuangan, dan orang-orang yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini. Saya berterima kasih kepada Rektor dan seluruh sivitas akademika UNHM yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk belajar, bertumbuh, dan mengabdi. Menjadi Presiden Mahasiswa perempuan pertama merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang akan selalu saya kenang,” ujar Nety.

Ia juga menegaskan bahwa pengalaman selama menjadi mahasiswa telah mengajarkannya bahwa pendidikan tidak hanya berbicara tentang pencapaian akademik, tetapi juga keberanian mengambil peran, membangun kepemimpinan, dan menghadirkan kebermanfaatan bagi lingkungan.

“Gelar akademik bukanlah garis akhir perjuangan. Justru setelah diwisuda, tanggung jawab kita semakin besar. Ilmu yang diperoleh harus mampu menjawab persoalan masyarakat. Sebab, keberhasilan sejati bukan hanya tentang seberapa tinggi kita melangkah, melainkan seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan,” tambahnya.

Kebahagiaan atas pencapaian tersebut juga dirasakan oleh Zainab Kholifah, ibunda Nety. Ia mengaku bangga dan terharu melihat putrinya berhasil menyelesaikan pendidikan sekaligus memperoleh penghargaan atas prestasi dan pengabdiannya selama menjadi mahasiswa.

“Sebagai seorang ibu, tentu saya sangat bangga dan bersyukur. Semua ini merupakan kebahagiaan yang luar biasa bagi keluarga. Saya tahu ada banyak proses, perjuangan, dan pengorbanan yang telah dilalui. Semoga pencapaian ini tidak membuat Nety cepat berpuas diri, tetapi menjadi langkah awal untuk meraih cita-cita yang lebih besar dan terus memberikan manfaat bagi banyak orang,” ungkap Zainab.ibu dri nety

Sementara itu, Rektor Universitas Noor Huda Mustofa, Prof. Dr. M. Hasinuddin, S.Kep., Ns., M.Kep., menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Nety. Ia menilai capaian tersebut menjadi gambaran bahwa mahasiswa mampu mengembangkan potensi secara seimbang, baik dalam bidang akademik maupun organisasi.

“Kami tentu bangga dan mengapresiasi prestasi yang diraih Nety Herawati. Ia telah menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu membangun kapasitas kepemimpinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan. Kami berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berproses dan memberikan kontribusi terbaik,” tutur rektor univ NHM

Ia juga berharap para lulusan UNHM tidak berhenti pada pencapaian gelar sarjana, tetapi mampu membawa ilmu pengetahuan dan nilai-nilai integritas ke tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *