SURABAYA, Cekpos.id — Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Benowo Resort Surabaya Utara, Distrik XVII Indonesia Bagian Timur (IBT), resmi ditetapkan dan diresmikan sebagai Jemaat Mandiri HKBP Benowo, Minggu (25/10/2026).
Peresmian yang berlangsung di Jalan Sememi Jaya Gang 1/06, Kecamatan Benowo, Kota Surabaya, tersebut menjadi momentum bersejarah sekaligus babak baru perjalanan pelayanan jemaat HKBP Benowo.
Rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh sukacita, yang dirangkai dengan Ibadah Minggu, Pesta Peresmian Jemaat Mandiri, serta Pesta Panen atau Pesta Gotilon HKBP Benowo 2026.
Hadir dalam momentum tersebut sejumlah tokoh dan tamu kehormatan, di antaranya Praeses HKBP Distrik XVII Indonesia Bagian Timur (IBT), Pdt. Samuel Christian Sitompul, M.Th., M.M., Yordan M. Batara-Goa, S.T., M.Si., serta Pdt. Samuel Marolop Sibuea, S.Th., dari Resort HKBP Surabaya Utara.
Prosesi peresmian diawali dengan pembukaan selubung atau papan nama gereja, dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti peresmian, kemudian jemaat memasuki gereja untuk mengikuti ibadah.
Teguhkan Status dan Panggilan Pelayanan
Dalam rangkaian ibadah, jemaat bersama-sama mengungkapkan rasa syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan pelayanan HKBP Benowo.
Ibadah berlangsung khidmat melalui rangkaian nyanyian rohani, Votum, Introitus, doa, serta bagian-bagian liturgi lainnya. Suasana kebersamaan semakin terasa ketika seluruh jemaat mengikuti ibadah dengan penuh sukacita.
Dalam kesempatan tersebut, Praeses HKBP Distrik XVII IBT menegaskan pentingnya seluruh jemaat memahami dan mendukung penatalayanan gereja sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan HKBP.
Jemaat diajak untuk bersama-sama mendukung Aturan dan Peraturan HKBP 2002 beserta amandemennya, termasuk ketentuan mengenai kehidupan dan penatalayanan gereja.
Penegasan tersebut menjadi landasan penting agar status sebagai Jemaat Mandiri tidak hanya dimaknai secara administratif, tetapi juga diikuti dengan peningkatan kualitas kehidupan iman, pelayanan, tanggung jawab serta kebersamaan seluruh jemaat.
Pesta Gotilon Warnai Peresmian
Usai ibadah, suasana perayaan semakin semarak melalui rangkaian Pesta Gotilon HKBP Benowo 2026.
Pesta yang menjadi ungkapan syukur tersebut diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari sambutan, manortor, lelang, makan bersama atau marsipanganon, undian doorprize, hingga penampilan berbagai kelompok kategorial jemaat.
Manortor diawali oleh pendeta resort/penuh waktu dengan membuka gendang atau mambuat tua ni gondang, kemudian dilanjutkan panitia dan parhalado atau majelis gereja.
Kemeriahan berlanjut melalui penampilan Punguan Ama, Parompuan, serta Remaja/Pemuda Gereja (R-NHKBP). Keterlibatan berbagai kelompok tersebut menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dan gotong royong dalam kehidupan jemaat.
Tradisi manortor dan kebersamaan dalam Pesta Gotilon tidak sekadar menjadi bagian dari kemeriahan acara, tetapi juga menjadi ruang untuk merawat budaya, mempererat tali persaudaraan dan mengungkapkan rasa syukur atas penyertaan Tuhan.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan laporan sementara hasil pesta, kata penutup dan doa.
Bukan Sekadar Rumah Ibadah
Peresmian HKBP Benowo sebagai Jemaat Mandiri membawa harapan baru bagi seluruh jemaat untuk semakin bertumbuh dalam iman sekaligus meningkatkan kontribusi sosial di tengah masyarakat.
Gereja diharapkan tidak berhenti sebagai tempat peribadatan, tetapi berkembang menjadi pusat pembinaan iman, pelayanan, persaudaraan dan kepedulian sosial.
Nilai tersebut menjadi semakin relevan di tengah kehidupan Kota Surabaya yang memiliki keberagaman suku, budaya dan agama.
HKBP Benowo diharapkan mampu hadir sebagai bagian dari masyarakat dengan membawa pesan kasih, perdamaian, toleransi dan kepedulian terhadap sesama.
Babak Baru Pelayanan HKBP Benowo
Dengan diresmikannya Jemaat Mandiri HKBP Benowo, seluruh jemaat kini memasuki babak baru perjalanan pelayanan.
Status tersebut sekaligus menjadi panggilan untuk membangun gereja yang semakin solid, dewasa dalam iman, tertib dalam penatalayanan dan aktif memberikan kontribusi positif bagi lingkungan.
Peresmian ini menjadi pengingat bahwa keberadaan gereja bukan hanya mengenai bangunan fisik, melainkan tentang bagaimana iman diterjemahkan menjadi pelayanan, kasih, kepedulian dan karya nyata.
HKBP Benowo kini menatap perjalanan baru dengan semangat yang semakin kuat: bertumbuh dalam iman, kokoh dalam persaudaraan, setia dalam pelayanan, serta hadir membawa kasih dan kedamaian bagi masyarakat.














