Lampu Merah Junok Mati Berhari-hari, Dishub Bangkalan Disorot!

banner 120x600

Bangkalan – Lampu lalu lintas di Jalan Raya Junok, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, dilaporkan tidak berfungsi selama beberapa hari. Kondisi tersebut dikeluhkan pengendara karena dinilai berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Padahal, lampu lalu lintas menjadi salah satu perangkat penting untuk mengatur pergerakan kendaraan di persimpangan jalan. Ketika lampu merah, kuning, dan hijau tidak berfungsi, pengendara kehilangan pedoman yang jelas untuk menentukan giliran melintas, sehingga berpotensi menimbulkan kesemrawutan di jalan.

Supriadi, seorang pengemudi mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Ia menilai, kerusakan lampu lalu lintas yang berlangsung selama beberapa hari semestinya segera ditangani oleh instansi terkait, mengingat keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas.

“Kalau lampunya mati, bagaimana pihak lantas menertibkan pengendara yang berlalu lintas? Ini bentuk pembiaran. Kondisi seperti ini sangat berbahaya dan rawan terjadi tabrakan,” ujar Supriadi. Kamis, (22/10/2026).

Menurutnya, tidak berfungsinya lampu lalu lintas dapat membuat pengendara melintas tanpa pengaturan yang jelas. Situasi tersebut berpotensi memicu kebingungan, terutama ketika kendaraan dari arah berbeda memasuki persimpangan secara bersamaan.

Ia berharap Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bangkalan segera melakukan pengecekan dan perbaikan agar fungsi lampu lalu lintas kembali normal.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Bangkalan, AKP Febry Hermawan, menyatakan akan menindaklanjuti informasi tersebut dengan berkoordinasi bersama Dishub Bangkalan.

“Terima kasih informasinya. Akan kami cek dan koordinasikan kepada Dishub, Pak,” kata Febry singkat.

Respons tersebut menjadi langkah awal untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat. Namun, pengendara berharap koordinasi tersebut segera diikuti dengan pemeriksaan di lapangan dan perbaikan, sehingga keselamatan pengguna jalan di kawasan Junok tidak terus berada dalam risiko.

Hingga berita ini ditulis, Kepala Dinas Perhubungan, Hasan Faisol belum memberikan keterangan secara resmi. Meski dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, ia tidak memberikan respon. Masyarakat berharap instansi terkait segera mengambil langkah konkret agar arus lalu lintas kembali tertib dan potensi kecelakaan dapat diminimalkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *