Detik-Detik Petaka LPG 50 Kg, Ruko Nasi Tempong Meledak, 5 Orang Jadi Korban

Ledakan Dahsyat di Pakuwon City Surabaya, Diduga Akibat Kebocoran Tabung Gas LPG 50 Kg

banner 120x600

SURABAYA, Cekpos.id – Sebuah ledakan dahsyat terjadi di Klaster San Antonio, Perumahan Pakuwon City, Surabaya, tepatnya di Ruko N1 Nomor 62 yang merupakan Rumah Makan (RM) Nasi Tempong Sri Dewi pada Selasa (6/10/2026). Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan parah pada bangunan ruko dan sekitarnya.

 

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Luthfie Sulistiawan, mengungkapkan bahwa insiden tersebut diduga bermula dari kebocoran gas LPG. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara oleh tim Jibom (Jihandak), tidak ditemukan adanya unsur bahan peledak atau bom di lokasi kejadian.

 

“Dari hasil penyelidikan kami, untuk unsur bahan peledak ataupun unsur-unsur yang mengandung dari bom itu tidak kami temukan. Tapi lebih ke arah ledakan akibat tekanan gas yang terkumpul dalam satu ruangan,” jelas pihak kepolisian dalam video.

 

Ledakan awal diduga berasal dari selang tabung LPG berukuran 50 kg, yang kemudian merembet ke dua tabung LPG lainnya. Total terdapat tiga tabung gas LPG berukuran 50 kg di lokasi (dua berwarna oranye dan satu berwarna putih), yang dipastikan ketiganya sudah dalam keadaan kosong akibat gas yang telah keluar. Sebelum ledakan terjadi, koki yang sedang memasak sempat mencium bau gas dan alarm LPG dilaporkan sempat berbunyi. Namun, karena kejadian berlangsung sangat cepat, para karyawan tidak sempat menyelamatkan diri.

 

 

Akibat kuatnya getaran dan tekanan dari ledakan tersebut, sekitar 41 bangunan di sekitar lokasi mengalami kerusakan, dengan bagian kaca yang sebagian besar pecah.

 

Hingga saat ini, tercatat ada 4 korban laki-laki dan 1 korban perempuan yang telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Pihak kepolisian masih terus melakukan penanganan dan pendalaman lebih lanjut di lokasi kejadian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *