Aktivis Pemuda Bangkalan Aruf Kenzo Apresiasi PUDAM, Ribuan Liter Air Bersih Tiba di Mano’an Kokop

banner 120x600

BANGKALAN, Cekpos.id – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Bangkalan membawa dampak kekeringan di sejumlah wilayah utara. Salah satunya dirasakan warga Desa Mano’an, Kecamatan Kokop, yang kesulitan mendapatkan air bersih.

 

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga harus antre di sumur hingga larut malam. Kondisi ini memprihatinkan, terutama bagi anak-anak dan warga lanjut usia.

 

Melihat kondisi tersebut, aktivis muda asal Bangkalan, Ma’ruf yang akrab disapa Aruf Kenzo, bergerak membantu warga dengan menjembatani komunikasi antara masyarakat dan Perumda Air Minum (PUDAM) Sumber Sejahtera Kabupaten Bangkalan.

 

Hasilnya, PUDAM Bangkalan melakukan dropping ribuan liter air bersih untuk warga Desa Mano’an, Kokop.

 

Aruf Kenzo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran PUDAM yang telah merespons cepat keluhan warga.

 

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Direktur Utama PUDAM Sumber Sejahtera Kabupaten Bangkalan, Bapak H. Sjobirin Hasan, SE., MBA., Ibu Halimah, Ibu Mardatina, serta seluruh staf PUDAM yang sudah membantu kelancaran dropping air bersih kepada warga yang terdampak kemarau,” ujar Aruf Kenzo, Rabu (23/9/2026).

 

Menurut aktivis muda tersebut, bantuan air bersih memiliki arti besar bagi warga Mano’an. Bukan sekadar soal air, tetapi juga soal waktu, tenaga, dan martabat warga yang selama ini harus berjuang mencari air.

 

“Bagi kita mungkin air terlihat sederhana. Tetapi bagi warga yang harus menunggu berjam-jam di sumur pada malam hari, datangnya air bersih adalah sesuatu yang sangat berarti,” katanya.

 

Salah satu warga yang merasakan langsung manfaat bantuan tersebut adalah Saninti (90). Nenek lanjut usia ini selama musim kemarau harus ikut antre air di sumur.

 

Dengan bahasa Madura yang sederhana, ia mengungkapkan rasa syukurnya.

 

“Mator Sekalangkong Pak, bantuan airnya. Sengkok bisa prei adentek aeng e somor,” ungkap Saninti.

 

Artinya: “Terima kasih, Pak, atas bantuan airnya. Saya bisa berhenti mengantre air di sumur.”

 

Aruf Kenzo berharap kepedulian terhadap warga terdampak kekeringan terus berlanjut selama musim kemarau.

 

“Semoga bantuan seperti ini terus berlanjut selama masyarakat masih membutuhkan. Air bersih adalah kebutuhan dasar. Ketika masyarakat kesulitan, kehadiran pemerintah sangat dibutuhkan,” pungkas aktivis muda Bangkalan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *