Pejalan Kaki Tewas Tertabrak Kereta Api di Jagir, Polisi Lakukan Penyelidikan

banner 120x600

Surabaya, Cekpos id – Peristiwa tragis kembali terjadi di jalur rel kereta api kawasan Jalan Jagir, Kota Surabaya, Minggu (19/4/2026) dini hari. Seorang pejalan kaki dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian setelah tertabrak kereta api yang melintas sekitar pukul 01.54 WIB.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, laporan pertama masuk melalui layanan darurat 112. Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. Setibanya di tempat kejadian, petugas langsung melakukan pengamanan area guna menghindari kerumunan warga yang berpotensi mengganggu proses evakuasi.

 

Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di sekitar jalur rel. Hingga berita ini diturunkan, identitas korban masih belum diketahui karena tidak ditemukan dokumen pengenal di lokasi. Petugas kemudian mengevakuasi jenazah dengan menggunakan ambulans milik Dinas Sosial untuk dibawa ke kamar jenazah RSUD Dr. Soetomo General Hospital guna proses identifikasi lebih lanjut.

 

Tak lama berselang, tim Inafis dari kepolisian tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah barang bukti yang ditemukan di sekitar lokasi langsung diamankan untuk kepentingan penyelidikan. Polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap kondisi jalur rel serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi saat kejadian.

 

Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami kronologi pasti insiden tersebut, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian maupun faktor lain yang menyebabkan korban berada di jalur rel saat kereta melintas. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan pihak terkait guna mengetahui jadwal dan jenis kereta yang melintas pada waktu kejadian.

 

Peristiwa ini menambah deretan kecelakaan di jalur rel kereta api di wilayah perkotaan yang kerap terjadi, terutama pada waktu-waktu sepi seperti dini hari. Minimnya penerangan di sejumlah titik serta masih adanya aktivitas warga yang melintas di jalur rel menjadi faktor yang kerap disoroti dalam setiap kejadian serupa.

 

Pihak berwenang kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan jalur rel sebagai akses penyeberangan, terlebih di luar perlintasan resmi. Selain melanggar aturan, tindakan tersebut sangat berisiko tinggi terhadap keselamatan jiwa.

 

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk lebih waspada terhadap jadwal operasional kereta api yang tetap berjalan meski pada jam-jam malam hingga dini hari. Kurangnya visibilitas dan kondisi lingkungan yang sepi seringkali membuat pengguna jalan lengah terhadap potensi bahaya.

 

Tragedi ini menjadi pengingat serius bahwa jalur rel kereta api merupakan area terbatas dengan tingkat risiko tinggi. Disiplin dan kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan keselamatan menjadi kunci utama untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

 

Pihak kepolisian memastikan bahwa proses penyelidikan akan terus dilakukan hingga identitas korban terungkap dan penyebab pasti kejadian dapat dipastikan. Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga juga diimbau untuk segera melapor ke pihak berwajib atau mendatangi kamar jenazah RSUD Dr. Soetomo guna proses pencocokan data.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *