SAMPANG, Cekpos.id – Kecelakaan lalu lintas antara dump truk dan sepeda listrik di Jalan Raya Desa Torjunan, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Rabu (8/4/2026), menjadi perhatian publik setelah muncul perbedaan informasi antara keterangan warga dan pihak kepolisian.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.00 WIB tersebut melibatkan dump truk bernopol M 8758 UC yang dikemudikan Toad (61), warga Desa Mlajah, Bangkalan, dengan sepeda listrik yang dikendarai Siti Aisyah (9), pelajar asal Desa Torjunan.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka-luka dan saat ini menjalani perawatan di RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang.
Insiden ini menjadi sorotan setelah beredar video di media sosial yang memperlihatkan seorang pria diduga sopir truk berada di belakang rumah dan diamankan warga. Dalam rekaman tersebut juga terdengar narasi yang menyebut sopir sempat bersembunyi.
Sejumlah warga pun menyampaikan bahwa sopir dan kernet sempat meninggalkan lokasi kejadian sebelum akhirnya diamankan.
Namun, keterangan tersebut diluruskan oleh pihak kepolisian. Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Sampang, AKP Sulaiman, menegaskan bahwa tidak terdapat unsur pelarian diri sebagaimana yang beredar di masyarakat.
Menurutnya, sopir dump truk tidak kabur, melainkan berupaya mengamankan diri karena situasi di lokasi kejadian yang ramai warga.
“Bukan kabur, sopir takut diamuk massa sehingga mengamankan diri ke Polsek Robatal,” jelas AKP Sulaiman.
Ia juga menambahkan bahwa pengemudi telah berada dalam penanganan pihak kepolisian dan bersikap kooperatif.
“Yang bersangkutan juga siap bertanggung jawab atas kejadian tersebut,” pungkasnya.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal Satlantas, kecelakaan terjadi saat kedua kendaraan melaju dari arah berlawanan. Dump truk bergerak dari utara ke selatan, sementara sepeda listrik dari selatan ke utara.
Diduga, korban mendahului kendaraan di depannya sehingga jarak dengan truk terlalu dekat dan tabrakan tidak dapat dihindari.
Meski demikian, perbedaan persepsi antara keterangan warga dan penjelasan resmi kepolisian masih menjadi perhatian publik. Aparat diharapkan terus menyampaikan informasi secara terbuka guna menjaga kepercayaan masyarakat.
Hingga saat ini, penanganan kasus masih berlangsung dan pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi serta menunggu hasil penyelidikan secara menyeluruh.














