Surabaya, Cekpos.id– Tangis kecil yang dulu mengawali kehadiran Muhammad Rayyan Zaini Musli di tengah keluarga kini telah berganti dengan tawa ceria yang menghangatkan suasana rumah. Putra pertama dari Bapak Musthofa, jurnalis liputansurabaya.id, genap berusia satu tahun. Sebuah usia yang mungkin masih belia, namun sarat makna bagi perjalanan sebuah keluarga.
Perayaan ulang tahun pertama Rayyan digelar sederhana namun penuh kekhidmatan. Tidak ada pesta mewah atau gemerlap dekorasi berlebihan. Yang ada hanyalah doa, senyum tulus, dan kebersamaan keluarga besar yang berkumpul untuk mengucap syukur atas satu tahun perjalanan tumbuh kembang sang buah hati.
Sejak awal acara, suasana terasa hangat. Keluarga duduk melingkar, memanjatkan doa bersama. Di tengah lantunan doa, Musthofa tampak menggendong Rayyan dengan penuh kasih. Sebagai seorang jurnalis yang terbiasa berada di garis depan pemberitaan, momen ini menjadi sisi lain kehidupannya—lebih personal, lebih emosional, dan jauh dari hiruk-pikuk dunia liputan.
“Semoga Rayyan menjadi anak yang sholeh, pintar, berbakti kepada kedua orang tua, serta berguna bagi nusa dan bangsa,” tutur Musthofa lirih, namun penuh keyakinan.
Bagi keluarga, usia satu tahun bukan sekadar angka. Ini adalah fase penting dalam tumbuh kembang anak—belajar berdiri, melangkah, mengenal suara, dan merespons dunia sekitarnya. Setiap perkembangan kecil Rayyan menjadi cerita tersendiri yang menguatkan ikatan keluarga.
Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama keluarga. Hidangan sederhana tersaji di meja, menjadi simbol syukur atas nikmat kehidupan yang telah diberikan. Tawa anak-anak yang berlarian dan percakapan hangat antaranggota keluarga menambah kekhidmatan suasana.
Sebagai putra pertama, Rayyan memikul harapan besar keluarga. Namun di balik harapan itu, tersimpan tekad orang tua untuk mendidiknya dengan nilai-nilai agama, akhlak, dan kecerdasan. Musthofa menyadari bahwa tanggung jawab membesarkan anak bukan hanya soal memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga membentuk karakter dan integritas.
Di tengah kesibukannya meliput berbagai persoalan sosial dan dinamika kota Surabaya, Musthofa menegaskan bahwa keluarga tetap menjadi prioritas utama. “Karier penting, tapi keluarga adalah segalanya,” ungkapnya kepada kerabat yang hadir.
Momentum ulang tahun pertama ini pun menjadi refleksi perjalanan setahun terakhir—tentang begadang menemani anak sakit, tentang senyum pertama yang tak terlupakan, hingga langkah kecil yang mulai mantap menapaki lantai rumah.
Di akhir acara, keluarga kembali memanjatkan doa agar Muhammad Rayyan Zaini Musli tumbuh menjadi generasi penerus yang kuat, berakhlak mulia, dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Sebuah harapan sederhana namun penuh makna, lahir dari cinta orang tua kepada anaknya.
Satu tahun telah berlalu. Langkah kecil Rayyan hari ini menjadi awal dari perjalanan panjang kehidupan. Di tengah doa dan kebersamaan keluarga, terselip keyakinan bahwa masa depan cerah tengah menanti putra pertama jurnalis Liputan Surabaya itu.
Selamat ulang tahun yang pertama, Muhammad Rayyan Zaini Musli. Semoga setiap jejak langkahmu kelak menjadi kebanggaan keluarga, agama, dan bangsa.














