Surabaya, Cekpos.id – Laporan dugaan pembegalan di depan RSIA Jalan Ir Soekarno wilayah Merr, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, dipastikan tidak benar. Pelapor, Krisna Putra Ramadhan, warga Sidoarjo, mengakui telah mengarang cerita soal aksi begal tersebut.
Pengakuan itu disampaikan langsung kepada Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan dan diunggah melalui akun resminya, Kamis (12/2/2026).
Dalam pernyataannya, Krisna mengakui tidak pernah menjadi korban pembegalan seperti yang sebelumnya ia laporkan.
“Saya mengarang cerita dibegal kemarin, itu tidak benar adanya. Saya mengarang cerita karena takut dimarahi keluarga karena telah menjual motor,” ujarnya.
Krisna mengungkapkan, sepeda motor Honda Vario merah miliknya sebenarnya telah ia jual. Uang hasil penjualan tersebut digunakan untuk berfoya-foya dan minum minuman beralkohol di klub malam.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan aparat kepolisian atas laporan palsu yang dibuatnya.
Sebelumnya, Krisna mengaku menjadi korban pembegalan oleh enam orang tak dikenal yang membawa celurit dan berboncengan tiga sepeda motor. Ia menyebut motornya, dompet berisi Rp150 ribu, serta STNK dirampas dalam peristiwa yang diklaim berlangsung sekitar dua menit.
Namun hasil penyelidikan kepolisian menemukan sejumlah kejanggalan. Kapolsek Mulyorejo AKP Desy Ratnasih Dewanti menjelaskan, rekaman CCTV di sekitar traffic light lokasi kejadian tidak menunjukkan adanya aksi pembegalan.
Dalam rekaman tersebut, Krisna terlihat sendirian dan tidak sedang mengendarai sepeda motor. Selain itu, mobil patroli yang siaga sekitar 50 meter dari lokasi juga tidak mendapati adanya rombongan mencurigakan.
Polisi juga menilai janggal karena ponsel milik pelapor tidak ikut dirampas sebagaimana lazimnya aksi kejahatan jalanan.
Sementara Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan memastikan pihaknya menggencarkan patroli dan penindakan pelaku kejahatan untuk memastikan situasi aman dan nyaman bagi masyarakat.














