Penemuan Bayi di Asemrowo Gegerkan Warga Surabaya

banner 120x600

SURABAYA, Cekpos.id – Warga di kawasan Jalan Raya Asemrowo, Kota Surabaya, digemparkan dengan penemuan jenazah seorang bayi laki-laki yang terbungkus kantong plastik di tepian sungai pada Jumat (13/3/2026). Peristiwa ini sontak menarik perhatian masyarakat sekitar yang berbondong-bondong mendatangi lokasi.

 

Kejadian tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 11.39 WIB, menjelang waktu salat Jumat. Seorang warga yang melintas melihat bungkusan mencurigakan di bantaran sungai. Setelah diperiksa, ternyata berisi jasad bayi. Temuan itu segera dilaporkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya dan aparat kepolisian.

 

Tak lama berselang, petugas BPBD bersama Tim Inafis Polrestabes Surabaya tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Surabaya, Linda Novanti, menyampaikan bahwa identitas bayi tersebut belum diketahui. Dari hasil pemeriksaan sementara, bayi diperkirakan baru saja dilahirkan.

 

“Usia jenazah diperkirakan sekitar dua hari atau kurang lebih 48 jam,” ujar Linda. Dugaan sementara, bayi tersebut lahir dalam kondisi hidup sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di bantaran sungai.

 

Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan ambulans PMI dan dibawa ke kamar jenazah RSUD dr. Soetomo Surabaya untuk pemeriksaan lebih lanjut. Aparat kepolisian kini tengah menyelidiki kasus ini, termasuk mencari tahu siapa orang tua bayi dan bagaimana jasad tersebut bisa berada di lokasi.

 

Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan mendalam di tengah masyarakat. Beberapa warga yang menyaksikan evakuasi mengaku sedih sekaligus marah atas kejadian tersebut. “Kami berharap polisi segera mengungkap siapa pelakunya. Kasihan sekali bayi itu,” ungkap salah satu warga.

 

Kasus penemuan bayi di Asemrowo menambah daftar panjang peristiwa serupa yang pernah terjadi di Surabaya. Aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika mengetahui informasi terkait, demi mempercepat proses penyelidikan dan mencegah kejadian serupa terulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *