Pemantauan Arif Budrex Di Sejumlah Titik Pos Polisi Yang Terbakar

banner 120x600

Surabaya – Massa aksi awalnya terpusat di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya. Namun, demonstran dipukul mundur dan bergeser ke beberapa titik mulai pukul 18.00 WIB. Dini hari tadi sekitar pukul O2.00 WIB (30/08/2025), awak media akrab dipanggil Arif Budrex melakukan pemantauan di sepanjang jalan. Berawal dari Bundaran Waru, Jalan Ahmad Yani, Jalan Wonokromo, Taman Bungkul, hingga Jalan Darmo Permai, satu persatu pos polisi dihancurkan, dibakar hingga menyisakan rangka hitam.

Jalan protokol di berbagai titik ada bara api dan puing bangunan yang berserakan. Begitu pula di lokasi lainnya yakni Jalan HR. Muhammad, dan BG Junction tidak ada satupun pos polisi yang tidak terbakar. Material lalu lintas seperti water barrier atau pembatas jalan, tiang penanda lalu lintas atau balok kayu tidak luput dari amukan demonstran dan dibakar di tengah jalan di sejumlah kawasan.

Kemungkinan besar para demonstran adalah anak-anak pelajar yang masih duduk dibangku SMA/SMK, dan anak-anak muda lainnya serta mahasiswa. Tidak tampak massa aksi dari Gojek dan Grab. Demonstran berkumpul di depan Bank Jatim sekitar pukul 22.00 WIB. Massa aksi berdatangan dari segala ruas jalan, terus berupaya menyerang Barikade Dalmas atau polisi yang mengakibatkan Barikade Dalmas kewalahan dan dipukul mundur oleh para demonstran hingga berada didepan Polsek Tegalsari.

Barikade Dalmas bertahan cukup lama, sekitar pukul 12.04 WIB personel Polda Jatim datang memberikan bantuan. Memblokade demonstran dari arah Jalan Basuki Rahmat hingga demonstran kocar-kacir lari berhamburan ke pasar keputran, di sisi lain arah Monumen Bambu Runcing Barikade Dalmas atau polisi, TNI atau Marinir juga memblokade jalan hingga para demonstran banyak yang tertangkap.

Aksi massa bermula dari duka atas wafatnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang tewas tertabrak kendaraan taktis (rantis) baracuda di Jakarta, pada Kamis (28/8/2025). Demonstrasi solidaritas di sejumlah titik di Surabaya meninggalkan dampak yang luas tidak hanya pada arus lalu lintas, tetapi pada sektor bisnis. Beberapa toko modern atau swalayan, rumah makan, pusat perbelanjaan menutup operasionalnya demi keselamatan dan keamanan.

Massa aksi menuntut Polri mengusut tuntas tragedi tersebut serta menghukum anggota Brimob yang diduga terlibat”, Pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *