Niat Iseng Berujung Apes, Teknisi Lift Mall Pakuwon Diamuk Massa Usai Jambret HP Pelajar di Kenjeran

banner 120x600

SURABAYA, Cekpos.id – Seorang pria berinisial H (36), warga asal Bangkalan yang sehari-hari bekerja sebagai mekanik lift di Mall Pakuwon, kini harus menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara. Niatnya melakukan aksi penjambretan terhadap seorang siswa SMK di kawasan Kenjeran berakhir tragis setelah ia terjatuh dan menjadi sasaran amukan massa.

 

​Peristiwa ini terjadi pada Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 17.30 WIB di kawasan wisata Pantai Kenjeran, tepatnya di area bebatuan samping Taman Bermain Bulak Cupat. Korban, yang merupakan seorang pelajar SMK, awalnya sedang duduk bersantai tanpa menyadari ponsel di saku kirinya telah berpindah tangan.

 

korban baru menyadari menjadi korban kejahatan setelah pelaku seolah memamerkan hasil curiannya.

 

​Menariknya Korban baru sadar setelah pelaku memamerkan handphone korban yang berhasil diambilnya, istilahnya pelaku mengejek korban,” ujar Mashuri, warga Jalan Raya Cupat yang menyaksikan kejadian tersebut,

 

​Sadar ponselnya diambil, korban langsung melakukan pengejaran. Pelarian H terhenti saat ia mencoba menghindari penyeberang jalan, yang menyebabkan motornya hilang kendali dan terjatuh.

 

Warga yang melihat kejadian tersebut sempat terpancing emosi dan menghakimi pelaku di lokasi.

 

​Mashuri, saksi mata di lokasi, sempat mengamankan pelaku ke dalam rumahnya untuk menghindari aksi main hakim sendiri yang lebih parah sebelum pihak kepolisian tiba.

​Berdasarkan keterangan saksi, motif di balik aksi kriminal ini tergolong tidak lazim. Meski memiliki pekerjaan tetap sebagai teknisi dan istrinya bekerja di sektor perbankan, H mengaku melakukan aksi tersebut hanya karena iseng,

 

​Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Kenjeran membenarkan telah mengamankan pelaku. Kapolsek Kenjeran, Kompol Yuyus Andrianto, menyatakan bahwa hingga saat ini pelaku belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut karena kondisi fisiknya yang masih lemah.

 

​“Karena kondisinya cukup buruk (akibat diamuk massa), pelaku sekarang dirawat di RS Bhayangkara. Sejak Rabu hingga hari Kamis ini, pelaku belum bisa diinterogasi karena kondisinya masih lemas,” pungkas Kompol Yuyus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *