Mojokerto, cekpos.id – Kantor Rayon PLN (sekarang sering disebut ULP – Unit Layanan Pelanggan) berfungsi sebagai unit operasional terdepan PLN yang melayani langsung kebutuhan kelistrikan pelanggan di tingkat kecamatan/wilayah, meliputi pelayanan teknik, sambungan baru, tambah daya, pencatatan meter, penagihan listrik, serta penanganan gangguan.
Fungsi utama kantor ULP adalah Sebagai tempat pelayanan adapun wujud bentuk pelayanan terbaik yakni selain tempatnya yang nyaman juga tersedia petugas yang ramah tamah saat melayani pelanggan namun pada kenyataannya hal itu tidak temui di kantor Sub Rayon Mojosari Mojokerto.
Dalam pantauan awak media cekpos pada hari Senin (9/3/26) di kantor PLN Sub Rayon Mojosari tidak ada satupun nampak petugas pelayanan yang ada di loby utama. Yang ada, hanya security yang siaga menemui tamu yang datang.
Pada saat dikonfirmasi security berinisial B menjelaskan bahwa pemandangan seperti ini sudah lama terjadi.
“Sudah lama pak,dan sejauh ini kami selaku petugas keamanan yang menemui dan melayani pelanggan,” terangnya.
Jika hal itu benar adanya maka diduga kuat pihak PLN sub Rayon Mojosari memanfaatkan dan menyalah gunakan tugas dan wewenang security.
Disisi lain publik menilai apakah semua itu bentuk dan komitmen PLN menjalankan intruksi pemerintah dalam penerapan efisiensi anggaran atau penghematan anggaran.
Jika penerapan dan sistem penghematan anggaran dengan cara mengurangi pegawai juga pengalian sistem prabayar ke penggunaan token yang ada itu dilakukan oleh seluruh Rayon yang ada di Indonesia maka bisa dipastikan pihak PLN sudah banyak menghemat keuangan yang ada.
Namun anehnya belakangan ini banyak tersiar kabar bahwa PLN mengalami kerugian hingga triliunan Rupiah. Tentunya ini sebuah keanehan yang luar biasa. Masyarakat tidak pernah hutang terkait pembayaran listrik apalagi yang menggunakan token, belum dipergunakan sudah bayar didepan.














