Pacitan, Cekpos.id — Gempa bumi bermagnitudo (M) 5,5 berpusat di Pacitan terasa hingga Surabaya selama hampir 10 detik. Lindu ini memicu kepanikan penghuni gedung bertingkat yang berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.
Selasa (27/1/2026) pagi yang tenang di kawasan Kerto Menanggal, Surabaya, mendadak berubah menjadi panggung kepanikan massal. Efek guncangan gempa bermagnitudo 5,5 yang berpusat di Pacitan merambat hingga ke jantung Ibu Kota Provinsi Jawa Timur, sehingga memaksa ratusan karyawan di gedung-gedung pencakar langit berhamburan menyelamatkan diri.
Drama 10 detik tersebut paling terasa di AMG Tower, sebuah gedung perkantoran setinggi 21 lantai. Meski guncangan tergolong singkat, goyangan di lantai-lantai atas terasa begitu nyata hingga memicu insting bertahan hidup para penghuninya. Tanpa komando panjang, ratusan karyawan segera memenuhi tangga darurat, meninggalkan meja kerja mereka demi mencapai area terbuka di permukaan tanah.
Claudia, salah satu karyawan yang bekerja di lantai 16, menceritakan pengalamannya yang sempat membingungkan tersebut. “Awalnya saya kira saya pusing karena lagi pakai earphone, ternyata lihat teman-teman di sekitar sudah goyang semua. Rasanya kencang sekali. Karena sudah beberapa kali ada pengalaman gempa, kami langsung lari turun lewat tangga darurat,” kisahnya dengan napas yang masih memburu.
Setelah situasi mereda, pihak keamanan gedung segera melakukan koordinasi cepat dengan BMKG untuk memastikan potensi gempa susulan. Begitu dinyatakan aman dan tidak ada kerusakan struktur pada bangunan vertikal tersebut, para karyawan akhirnya diizinkan kembali masuk.
Meski aktivitas kantor kembali normal, sisa-sisa ketegangan masih tampak di wajah para pekerja yang baru saja merasakan betapa rapuhnya keseimbangan di atas ketinggian saat alam bergejolak.














