Drainase Buruk Rawan Picu Banjir di Kota Mojokerto

banner 120x600

Mojokerto, Cekpos.id — Kerawanan banjir di Kota Mojokerto salah satunya dipicu kondisi drainase yang buruk. Terlebih proyek pembangunan saluran air yang direncanakan tahun lalu gagal terealiasasi.

 

Tiga proyek yang batal digarap itu meliputi pembangunan saluran air di Kecamatan Prajurit Kulon dengan pagu Rp 645 juta, lalu di Kecamatan Kranggan (Rp 859,4 juta), dan di Kecamatan Magersari (Rp 592,6 juta). Paket pekerjaan konstruksi untuk pengendalian banjir itu batal terealisasi lantaran tak diminati penawar saat proses tender pada triwulan terakhir tahun lalu.

 

Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto Basuki Ismail tak merespons saat dikonfirmasi terkait nasib kelanjutan proyek tersebut pada tahun ini, kemarin (26/1). Namun, sebelumnya Basuki sempat menyatakan ketiga proyek tak dimasukkan tender ulang pada akhir 2025 karena tak cukup waktu untuk pelaksaan. ’’Tidak cukup pelaksanaan fisiknya,’’ katanya, Oktober 2025 lalu.

 

Pekerjaan saluran air ini sebetulnya diharapkan untuk mengatasi permasalah banjir di permukiman warga setiap musim hujan. Dalam beberapa kasus hujan deras belakangan ini, kawasan padat penduduk kerap mengalami banjir genangan yang salah satunya dipicu kondisi drainase yang buruk.

 

Selain itu, kerawanan banjir di Kota Mojokerto juga sempat masuk zona merah alias berpotensi tinggi berdasarkan analisis platform Info Mitigasi pekan lalu. Pemetaan itu didasarkan pada curah hujan hingga historis daerah. Adapun Ketua Tim Kerja Meteorologi BMKG Juanda Andrie Wijaya menyatakan, pemetaan potensi banjir biasanya didasarkan pada topografi daerah hingga kondisi infrastruktur. ’’Kondisi drainase daerah tersebut apakah baik atau buruk,’’ ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *