Surabaya, cekpos.id – Seorang Jendral Polisi pun tidak bisa lepas dari fitnah kejam yang dilontarkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Tanpa data, tanpa bukti, tiba – tiba muncul narasi negatif menimpa Komjen Marthinus Hukom.
Jendral dengan 3 bintang itu mendapat tudingan yang tidak mendasar di media sosial. Dimana Komjen Marthinus Hukom dituduh sebagai dalang kerusuhan di Jakarta hingga tuduhan kudeta atau menggulingkan Kapolri, Jendral Listyo Sigit karena sakit hati dicopot sebagai Kepala Badan Narkotika Nasiona Republik Indonesia (BNNRI).
Dikutip dari beberapa media, Komjen Marthinus Hukom dengan tegas membantah hal tersebut. Jenderal Polri asal Maluku ini mengaku kaget sekaligus heran, namanya bisa dikaitkan dengan kerusuhan aksi tersebut.
Beliau juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi serta mendalami setiap isu yang beredar agar masyarakar tidak mudah disesatkan serta agar tidak mudah diadu domba.
“Saya ini sendirian, tidak punya pasukan, tidak punya uang, tidak pernah merasa jadi orang penting, tapi ternyata bisa ditakuti juga ya? Oleh orang yang punya uang,” ujar Hukom kepada wartawan.
Hukom menegaskan dirinya tidak memiliki kapasitas maupun sumber daya untuk menggerakkan massa.
“Kemampuan menggerakkan massa itu kalau ada sumber daya keuangan dan jaringan. Saya tidak punya usaha bonafid untuk hasilkan uang, tidak ada pion politik. Sekarang saya hanya punya dua ajudan dan sopir pribadi. Apa mungkin mampu menggerakkan massa se-Indonesia?” katanya.
Di akhir pernyataannya, Hukom menepis isu kudeta dan memilih menenangkan diri.
“Stay easy bro, takhta surga tidak akan pernah runtuh, hati nurani tidak akan kalah.” tegasnya.
Tentunya, fitnah kejam ini mendapatkan respon dari berbagai kalangan masyarakat di kolom komentar akun yang menuduh Komjen Martinus Hukom sebagai dalang kerusuhan di Jakarta dan upaya menggulingkan Kapolri, Jendral Listyo Sigit.
Rata – rata komentar dari masyarakat tidak mempercayai jika Komjen Marthinus Hukom melakukan hal tersebut. Karena beliau terkenal tegak lurus dan tidak segan melakukan penindakan terhadap anggotanya yang melenceng dari Undang – Undang.
Bahkan, ada komentar yang mengingatkan tentang hasil kinerja beliau saat menjabat sebagai Kepala BNN RI. Dimana, beberapa waktu yang lalu, beliau berhasil mengagalkan peredaran narkoba hingga 2 Ton. Dan BNN Se Indonesia banyak melakukan penangkapan terhadap bandar – bandar besar dengan barang bukti puluhan kilo.