Mojokerto, cekpos.id – Upaya pemerintah menyalurkan BBM bersubsidi untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan, nampaknya selama ini tak ada manfaatnya jika pengawasan dan penindakan yang tegas kepada para mafia yang terindikasi sebagai pemakan hak rakyat yang berhak menikmati subsidi dari pemerintah.
Hal itu sering terjadi di berbagai daerah dimana gudang tempat penimbunan BBM subsidi (solar) yang terbukti menyimpan dan mengedarkan ke tempat atau perusahan yang seharusnya menggunakan BBM non subsidi.
Seperti halnya hasil temuan dan investigasi dari tim awak media pada hari Rabu (01/03/2026) di wilayah Kec. Trowulan, Kab. Mojokerto.
Hasil investigasi yakni ditemukan tempat di sebuah desa terpencil jauh dari keramaian (plosok) yang diduga kuat sebagai tempat transit atau penyaluran BBM subsidi oleh seseorang yang tak dikenal dengan menggunakan nama PT. Jaya Energy.
Pada saat investigasi, ada dua truk tangki warna biru putih dengan kapasitas 8000 liter. Namun, anehnya tak jauh dari lokasi tersebut ada beberapa orang ketika di konfirmasi siapa pemilik kedua truk tangki itu, dengan kompak menjawab tidak tahu.
Berbeda dengan sebelumnya, ada seseorang bertubuh tambun yang mengaku sebagai sopir yang merupakan warga Jombang dengan lantang menjawab bahwa pemilik dari truk tangki tersebut adalah Haji M yang tinggal di Surabaya.
Sebelum melakukan investigasi, awak media mendapatkan informasi dari berbagai sumber bahwa diduga pemilik dan pengusaha tersebut adalah seorang pria berinisial M warga Madura.
Maka dari itu, untuk memastikan informasi yang beredar, awak media cekpos mendatangi lokasi guna konfirmasi kebenarannya.
Dengan kondisi tempat yang begitu terpencil tersebut, patut diduga kuat selama ini memang tempat tersebut dijadikan tempat untuk menikmati dan memanfaatkan BBM subsidi pemerintah demi untuk memperkaya diri sendiri.
Selain jauh dari pantauan aparat penegak hukum, lokasi tersebut sangat dekat dengan beberapa perusahan yang mungkin bisa jadi diduga ikut serta menikmati praktek busuk dari para mafia solar.
Untuk itu, masyarakat berharap agar aparat berwenang lebih ekstra dalam pengawasan dan penyaluran BBM subsidi agar penyaluran dan penggunaan bisa tepat kepada masyarakat yang membutuhkan.














