Mojokerto, cekpos.id – Prihatin dan sangat menyedihkan. Itulah gambaran potret dan kondisi bak penuh lobang yang masih digunakan oleh kendaraan truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab. Mojokerto, Jawa Timur.
Pemandangan yang tak layak dan bau sampah yang menyengat hampir setiap hari dirasakan oleh warga saat truk pengangkut sampah yang kondisinya sudah nampak penuh berlubang dari berbagai sisi terlihat keropos.
Itu semua dikarenakan fungsi bak kontainer sebagai penampungan sampah tak bisa maximal. Terbukti, sepanjang perjalanan ada beberapa sampah yang jatuh dan jalan yang dilalui truk juga terlihat meneteskan air yang baunya sangat menyengat.
Sebenarnya kondisi yang seperti itu sudah disampaikan dan dikonfirmasikan kepada Drs.Rahmad Suharyono selaku kadis DLH Kab. Mojokerto beberapa bulan yang lalu. Kadis DLH pun telah memberikan hak jawab dan klarifikasi kepada awak media cekpos.
Pada saat menyampaikan klarifikasi tersebut, Kadis mengatakan bahwa saat itu untuk wilayah Kab. Mojokerto, DLH membutuhkan setidaknya 200 unit bak kontainer penampungan sampah. Namun, saat di era kepemimpinannya yang ada hanya 150 unit. Itupun sebagian besar sudah tak layak pakai. Dan diawal era kepemimpinannya, baru berhasil membuat bak truk sampah yang baru sebanyak 17 unit.
Dengan adanya kondisi yang ada, pada saat itu Kadis berjanji akan melakukan berbagai terobosan untuk mencukupi kebutuhan bak truk itu, diantaranya akan menggandeng beberapa pihak dan mengoptimalkan anggaran yang ada.
Namun, amat disayangkan. Setelah berjalan beberapa bulan, pemandangan yang sama yakni sebuah truk pengangkut sampah dari DLH Kab. Mojokerto masih melintas dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.
Pemandangan yang sangat memprihatinkan tersebut terpantau awak media pada tanggal 29 desember 2025 sekirar pukul 12.15 wib dari arah Mojosari melintasi perempatan awang-awang menuju TPA (tempat pembuangan akhir) sampah yang ada di wilayah Karangdyeng, Kec.Kutorejo, Kab. Mojokerto.
Dengan ditemukannya kondisi bok kontainer yang serupa awak media berupaya menghubungi kadis DLH melalui handphone dan whatshap,dengan respon yang singkat kadis menjawab baru tersedia 17 unit.
Dari jawaban yang sangat singkat dari kadis DLH,maka publik bertanya tanya apakah pihak pemerintah daerah tidak memberikan dukungan anggaran untuk penyedian bak kontainer yang baru atau ada alasan lain yang masyarakat tidak mengetahui.
Disisi lain, beberapa hari yang lalu terjadi demo ratusan perangkat desa yang memprotes kebijakan bupati Mojokerto yang memotong ADD (alokasi dana desa). Maka, masyarakat kab.mojokerto saat ini mempunyai asumsi apakah kondisi APBD Kab. Mojokerto tidak baik-baik saja dan tidak sehat.
Semoga apa yang dikwatirkan masyarakat Kab. Mojokerto tidak benar. Sehingga,keamanan dan kenyamanan Kab. Mojokerto tetap terjaga dengan baik.














