Kapokmu Kapan! Dua Maling Motor Dimassa Warga di Ngagelrejo

banner 120x600

Surabaya, Cakpos.id – Malam Idulfitri kedua yang seharusnya penuh kebahagiaan berubah menjadi tegang di Jalan Ngagelrejo Kidul, Wonokromo, Surabaya. Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, warga dikejutkan oleh teriakan “maling-maling” yang memecah suasana hangat di sebuah warung nasi bebek.

 

Di tengah keramaian warga yang sedang menikmati suasana Lebaran, dua pemuda berinisial WH dan FYP kedapatan mendorong sepeda motor Honda Beat putih hitam milik seorang pelanggan. Aksi mereka tak berlangsung lama. Teriakan warga membuat suasana mendadak riuh. FYP sempat melarikan diri dengan motornya, sementara WH yang sudah berada di atas motor curian langsung terpergok dan ditangkap massa.

 

 

Suasana Idulfitri yang biasanya penuh senyum berubah jadi amarah. Warga yang geram langsung melampiaskan emosi dengan memukuli kedua pelaku. “Korban saat itu sedang makan bersama keluarga, lalu mendengar teriakan warga. Begitu keluar, motor miliknya sudah rusak lubang kuncinya,” jelas Kanit Reskrim Polsek Wonokromo, Iptu Wasito Adi, Senin (23/3/2026).

 

Tak lama kemudian, polisi datang dan mengevakuasi kedua pelaku dalam kondisi luka-luka, terutama di bagian kepala. Mereka segera dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk mendapatkan perawatan. “Untuk keduanya masih dalam penanganan dokter. Pelaku tidak meninggal,” tegas Wasito.

 

 

Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa motor korban, motor pelaku, kunci T, serta dua jaket yang dikenakan masing-masing pelaku. WH dan FYP kini harus menghadapi proses hukum dengan jeratan Pasal 477 KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan (Curat).

 

 

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa suasana Lebaran tidak selalu bebas dari tindak kriminal. Di tengah kebersamaan keluarga, kewaspadaan tetap diperlukan. Warga memang berhasil menggagalkan aksi pencurian, namun tindakan main hakim sendiri bukanlah solusi.

 

Lebaran seharusnya menjadi momentum memperkuat tali silaturahmi dan menebar kedamaian. Kasus ini memberi pelajaran bahwa kejahatan bisa muncul kapan saja, bahkan di hari penuh berkah. Aparat berharap masyarakat tetap waspada, sekaligus menyerahkan proses hukum kepada pihak berwenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *