Suasana Hangat Idul Fitri di Surabaya, LSM TRINUSA Sampaikan Pesan Kebersamaan

banner 120x600

Surabaya, Cekpos.id – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Surabaya dipenuhi semangat kemenangan. Jalan-jalan utama seperti Tunjungan dan Darmo mulai ramai oleh warga yang berbelanja kebutuhan lebaran. Pasar tradisional, seperti Pasar Genteng dan Pasar Pabean, dipadati masyarakat yang berburu kue kering, ketupat, hingga bumbu opor ayam. Aroma masakan khas Idul Fitri seolah menyatu dengan riuh suara pedagang yang menawarkan dagangannya.

 

Di kampung-kampung, suasana tak kalah meriah. Anak-anak berlarian sambil menyalakan petasan kecil, sementara para ibu sibuk menyiapkan hidangan untuk menyambut tamu. Malam takbiran di Surabaya selalu menjadi momen istimewa: suara bedug bergema dari masjid-masjid, diiringi lantunan takbir yang menggema hingga ke sudut-sudut kota. Jalanan dipenuhi konvoi warga yang membawa obor atau lampu hias, menciptakan pemandangan penuh warna dan kebersamaan.

 

Di tengah semarak itu, keluarga besar LSM Triga Nusantara Indonesia (TRINUSA) turut menyampaikan pesan kebersamaan. Ketua LSM DPC Surabaya, Mulyadi, bersama jajaran staf dan anggota, menegaskan bahwa Idul Fitri bukan hanya perayaan, melainkan momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat persaudaraan.

 

> “Kami segenap keluarga besar LSM TRINUSA mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin,” ujar Mulyadi dengan penuh kehangatan.

 

Ucapan itu disampaikan dengan harapan agar masyarakat dapat kembali ke fitrah, menjalani kehidupan dengan hati yang bersih, serta senantiasa diberi kesehatan, kedamaian, dan keberkahan. Lebih dari itu, Idul Fitri diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat kepedulian sosial dan menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Surabaya.

 

Suasana kebersamaan terasa nyata. Di kampung-kampung padat penduduk seperti Tambak Bayan dan Simokerto, warga saling berkunjung, bersalaman, dan berbagi hidangan khas lebaran. Ketupat, opor ayam, dan sambal goreng ati menjadi menu wajib yang tersaji di meja. Anak-anak dengan wajah ceria menerima angpao dari para tetua, sementara orang tua tersenyum bahagia melihat keluarga besar berkumpul. Semangat saling memaafkan seolah menjadi benang merah yang menyatukan semua perbedaan.

 

> “Semoga semangat kebersamaan dan saling memaafkan terus terjaga, sehingga tercipta kehidupan yang harmonis dan penuh kedamaian,” pungkas Syaiful Baiturrochman, salah satu pengurus TRINUSA.

 

Ucapan dari TRINUSA ini menjadi pengingat bahwa Idul Fitri bukan hanya tentang kemenangan setelah berpuasa, tetapi juga tentang membangun hubungan yang lebih baik antar sesama. Di tengah hiruk-pikuk kota Surabaya, pesan kebersamaan itu hadir sebagai cahaya yang menuntun masyarakat menuju kehidupan yang lebih damai, rukun, dan penuh toleransi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *