SURABAYA, Cekpos.id — Suasana pagi di MI Al Fithrah Surabaya tampak lebih bersemangat pada Sabtu (10/1/2026). Ratusan siswa bersama jajaran guru dan tenaga kependidikan berkumpul di gedung madrasah untuk mengikuti kegiatan senam bersama. Agenda ini bukan sekadar olahraga rutin, melainkan bagian dari program Orientasi Karakter Santri (OKSA) yang bertujuan menanamkan nilai-nilai hidup sehat sejak dini.
Kegiatan senam ini difokuskan untuk memperkuat salah satu dari karakter 9C yang menjadi ciri khas kurikulum madrasah, yakni karakter Cinta Diri Sendiri. Dengan menjaga kesehatan jasmani, para santri diajarkan bahwa merawat tubuh adalah bentuk syukur dan penghargaan terhadap diri sendiri.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Ustadzah Elis Setiawanah, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan sarana strategis dalam membangun kebiasaan positif. “Melalui senam ini, kita menumbuhkan semangat cinta diri sendiri sekaligus mempererat kebersamaan antara siswa dan para ustadz/ustadzah di setiap aktivitas sekolah,” ungkapnya.
Segarkan Tubuh Pasca Liburan Panjang.
Dipandu oleh instruktur yang energik, para santri terlihat sangat antusias mengikuti setiap gerakan dinamis yang diiringi musik ceria. Atmosfer kegembiraan terpancar saat para guru berbaur langsung dengan siswa dalam barisan senam.
Manfaat kesegaran ini dirasakan langsung oleh para santri, salah satunya Ainun, siswa kelas 6. Ia mengaku sangat senang karena momen ini menjadi ajang untuk menggerakkan tubuh kembali setelah masa liburan.
“Kegiatannya benar-benar seru karena dilakukan bersama banyak teman. Selain bikin tambah semangat, senam ini juga menyegarkan tubuh karena saat liburan kemarin saya jarang berolahraga,” ujar Ainun dengan wajah ceria.
Membangun Ekosistem Sekolah yang Harmonis
Selain aspek kesehatan, senam bersama ini juga menjadi momen bonding yang efektif. Interaksi yang cair antara pendidik dan peserta didik diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih harmonis, menyenangkan, dan inklusif di MI Al Fithrah Surabaya.
Kegiatan OKSA ini akan terus berlanjut dengan berbagai rangkaian program penguatan karakter lainnya, guna mencetak generasi santri yang tidak hanya unggul secara akademik, namun juga kuat secara jasmani dan berakhlak mulia.














